BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta pemerintah memulangkan perantau Aceh yang ada di Malaysia. Apalagi, Malaysia kini telah memperpanjang masa lockdown (penutupan wilayah) untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Ketua Komisi V (Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja) DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, mengatakan pihaknya telah menyurati Pelaksa Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Senin, 27 April 2020, meminta pemerintah menjemput warga dan mahasiswa di Malaysia dan beberapa negara lain.

“Suratnya sudah kita kirim. Ada dua skema yang kita sampaikan. Pertama, pemulangan, dan kedua, kalau memang tidak mungkin dipulangkan, kita minta pemerintah memberikan bantuan sembako,” kata Rizal Falevi saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 29 April 2020, malam.

Menurut Falevi, kalau tidak bisa dipulangkan dengan berbagai dinamika yang ada di Malaysia, Pemerintah Aceh harus memastikan kebutuhan sembako, jangan sampai mereka kelaparan di sana.

Falevi meyampaikan, banyak warga dan mahasiswa Aceh yang tersebar di beberapa negara. Mereka terisolasi dan tidak bisa kembali ke Aceh akibat kebijakan negara setempat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Intinya bukan hanya di Malaysia, tapi beberapa negara lain seperti Sudan, ada mahasiswa juga di Mesir kemudian di Turki juga itukan harus ada skema bagaimana menangani mereka dengan keadaan yang seperti ini,” ungkap politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini.

Sebelumnya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah mengirim surat kepada Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 dan Menteri Luar Negeri RI, memohon penyaluran bantuan masa darurat untuk masyarakat Aceh di Malaysia. 

Surat dilayangkan merespons Pemerintah Aceh atas seruan bersama masyarakat Aceh di Malaysia terkait dampak Covid-19. Melalui surat Nomor 440/6682 tanggal 27 April 2020 itu, Plt. Gubernur Aceh meminta pemerintah pusat agar dapat membantu proses penyaluran bantuan masa darurat untuk masyarakat Aceh di Malaysia.

“Berkenaan hal tersebut dan mengingat kondisi Malaysia saat ini dalam masa lockdown, kami bermaksud menyalurkan bantuan sembako sebanyak sepuluh ribu paket dengan nilai RM 50 per paket melalui Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Untuk itu kami mohon bantuan Bapak/Ibu kiranya berkenan menugaskan Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia agar berkenan membantu menyalurkan bantuan sembako dimaksud kepada masyarakat Aceh di Malaysia,” kata Nova dalam suratnya.[]