BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mendesak Wali Kota segera menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat meliburkan sekolah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Aceh.

Hal ini sejalan dengan langkah Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk meliburkan sekolah selama dua minggu ke depan.

“Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, bahwa kewenangan mengurus pendidikan SMA dan sederajat itu kewenangan pemerintah provinsi, untuk itu Plt. Gubernur Aceh menginstruksikan meliburkan sekolah mulai besok hingga dua pekan ke depan,” ujar Farid saat konferensi pers terkait merebaknya virus corona, di Kantin Kemenag Aceh, Minggu, 15 Maret 2020.

Oleh karena itu, lanjut Farid, DPRK mendesak Wali Kota untuk menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayan segera meliburkan sekolah. “Kami mendesak Wali Kota Banda Aceh menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh segera meliburkan sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Banda Aceh, yaitu dari PAUD, TK, SD, SMP, dan sederajat,” katanya.

Farid mengatakan banyak menerima aspirasi masyarakat, orang tua murid, guru, kepala sekolah, dan juga dari anggota DPRK Banda Aceh sebagai wakil rakyat, untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi atas merebaknya virus corona di Aceh.

“Kita banyak menerima aspirasi dari orang tua murid/siswa dan para guru agar mengambil langkah antisipasi virus corona, salah satunya Wali Kota perlu menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh untuk meliburkan sekolah di Banda Aceh mulai besok,” ujarnya.

DPRK Banda Aceh juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan langkah-langkan antisipasi terhadap penyeberan virus corona. Merujuk pada pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Farid, BNPB telah mengeluarkan status corona merupakan bencana nasional nonalam.

“Artinya, ini juga sinyal bagi pemerintah daerah, provinsi, dan juga kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah antisipasi mencegah semakin meluasnya penyebaran corona, meskipun daerah kita di Kota Banda Aceh belum ada yang positif corona, tapi langkah preventif untuk memberikan proteksi bagi warga kota sangat penting kita lakukan,” katanya.

Langkah-langkah preventif antisipasi penyebaran virus corona adalah dengan mengawasi pintu-pintu masuk wisatawan yang menjadi pusat destinasi wisata ke Banda Aceh sebagai ibukota provinsi.

“Seperti pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue yang berada dii bawah kewenangan Pemerintah Kota Banda Aceh itu juga diperlukan langkah-langkah antisipasi, dengan menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan hand sanitizer. Sedangkan pintu masuk wisatawan nusantara dan macanegara yakni melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. Kita akan minta Wali Kota untuk berkoordinasi dengan Bupati Aceh Besar dalam langkah-langkah antisipasi corona di bandara tersebut,” pungkasnya.[](Razi)