BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh adakan audiensi di Ruang Banleg Gedung DPRK, Jum'at 15 April 2016.

Audiensi yang disebut DPRK ini “Jep Kupi Meusigo Ngon” (Ngopi Bareng) sempat bergeser 20 menit dari jadwal 09:00 Wib. Rapat itu Dihadiri Ketua DPRK Arief Fadillah, Anggota DPRK Khairul Basar, Hamza Harli, Abdul Rafur, Bunyamin, dan Mahyiddin, serta beberapa media cetak, elektronik, dan media siber (online).

Selama ini mungkin DPRK terlihat jarang terekspos media, entah karena menghidari wartawan enntah ada alasan lain, di dalam audiensi yang berjudul “Jep Kupi Meusigo Ngon” Awak Media ini, ada sesi tanya jawab.

Kebanyakan awak media menanyakan kenapa DPRK tidak memanfaatkan humas yang aktif seperti di Kantor Wali Kota guna memberi informasi untuk awak media.

DPRK seolah menolak memberi informasi. Ada Juga yang mengoreksi kinerja DPRK di Kota. Mengapa seperti tidak  ada keharmonisan dengan wali kota dan pertanyaan serta kritikan lainnya.

Di dalam audiensi ini Ketua DPRK membahas kinerjanya selama ini, kritikan dan saran langsung ditampungnya. Selaku Ketua DPRK dia membenarkan apa yang ditanyakan awak media.

“Ke depan perlahan kita perbaiki, awak media adalah mitra kerja kita ke depan, tidak ada lagi informasi yang tidak dihasilkan oleh awak media,” kata Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadhilah.

Menurut Arief, niatnya mengundang semua kawan-kawan pers ingin mempublikasikan agenda DPRK ke depan, dari inisatif perumusan 4 qanun yang sekarang dalam masa penyusunan naskah akademik.

Arief mengatakan, pasca pergantian kabag humas  sampai sekarang DPRK tidak punya kabag humas dan kegiatan-kegiatan hubungan masyarakat lainnya tidak terekspos secara maksimal dan pincang.

Dalam bincang – bincang ini Arief pun menanggapi dan mempertanyakan kenapa gedung DPRK yang Baru  sampai menghabiskan Dana APBK Murni setiap tahunnya hingga mencapai 40 Milyar, tapi hingga kini belum selesai.

“Dalam waktu dekat ini DPRK Banda Aceh bertekat siap tidak siap Gedung tersebut di akhir bulan April akan pindah ke gedung yang baru dengan memakai fasilitas yang apa adanya,” kata Arief.[]

Laporan: Ramadhan