Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaNewsDr. Fauzi akan...

Dr. Fauzi akan Ajukan Permohonan Eksekusi Putusan Pengadilan Menghukum STIKes Ini Bayar Ganti Rugi Rp50 Juta

LHOKSEUMAWE – Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I., dan kuasa hukumnya akan mengajukan permohonan eksekusi terhadap putusan pengadilan yang menghukum pihak STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe membayar ganti rugi Rp50 juta atas penyalahgunaan nama dan hasil penelitian tanpa izin.

Hal itu disampaikan T. Fakhrial Dani, S.H., M.H., Kuasa Hukum Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I., mantan dosen STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe (Penggugat), dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Selasa, 27 April 2021, malam.

T. Fakhrial Dani menjelaskan pihaknya telah menerima relaas pemberitahuan dari pihak Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada Selasa (27/4) tentang putusan Mahkamah Agung Nomor: 2824 K/PDT/2020 tanggal 4 November 2020, yang menolak permohonan kasasi dari pihak Tim Penyusunan Borang Akreditasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dan Ketua Perkumpulan LAM PTKES.

“Dengan demikian gugatan Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I., atas penyalahgunaan nama dan hasil penelitian miliknya tanpa izin untuk dimasukkan dalam borang akreditasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe telah berkekuatan hukum tetap. Di mana pihak STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Lhokseumawe Nomor: 16/Pdt.G/2018 yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor: 114/PDT/2019/PT BNA yang amar putusannya pada pokoknya menyatakan pihak STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dan LAM PTKES telah melakukan perbuatan melawan hukum dan  menghukum pihak STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe untuk membayar ganti rugi kepada Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I., sebesar Rp50 juta,” tegas advokat yang akrab disapa Ampon Dani ini.

Atas tersebut, kata Ampon Dani, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan permohonan eksekusi pelaksanaan putusan tersebut ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe menjatuhkan vonis menghukum Ketua Tim Penyusun Borang Akreditasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe (Tergugat I) dan Ketua STIKes tersebut (Tergugat II) membayar ganti rugi senilai Rp50 juta kepada dosen kampus itu, Dr. Fauzi, M.Kom.I. (Penggugat). Pasalnya, tindakan para Tergugat menggunakan nama dan karya ilmiah Penggugat tanpa izin untuk kepentingan akreditasi STIKes tersebut dinilai terbukti sebagai perbuatan melawan hukum.

Vonis (putusan) perkara gugatan perdata itu dibacakan Hakim Ketua Mukhlis, S.H., didampingi Hakim Anggota HM. Yusuf, S.H., M.H., dan Jamaluddin, S.H., dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Kamis, 22 Agustus 2019.

“Mengadili: Dalam Eksepsi: Menolak eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya. Dalam Pokok Perkara: Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; Menyatakan perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad); Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi materil sejumlah Rp50.000.000; Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya; Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III untuk membayar semua biaya sejumlah Rp1.844.500,” bunyi putusan tersebut.

Tergugat III ialah Ketua Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Kuasa Hukum Penggugat, T. Fakhrial Dani, mengatakan perbuatan para Tergugat yang menggunakan nama dan karya ilmiah Dr. Fauzi tanpa izin merupakan perbuatan melawan hukum dan telah merugikan kliennya itu.

“Oleh karena itu, putusan hukum yang diambil oleh Majelis Hakim PN Lhokseumawe sudah tepat dan arif, karena siapapun di dunia ini tidak boleh menggunakan karya orang lain tanpa izin. Dengan putusan ini, semoga para pelaku dunia pendidikan semakin arif dalam bertindak,” kata Fakhrial Dani usai sidang tersebut.

Untuk diketahui, Dr. Fauzi, M.Kom.I., merupakan dosen pada Program Studi (Prodi) Sarjana Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe. Namun, pihak kampus tersebut diduga menyalahgunakan nama dan karya ilmiah Fauzi dengan cara memasukkan data itu tanpa izin ke dalam borang buku 3 akreditasi Prodi DIII Keperawatan. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Setelah mengetahui hal tersebut pada April 2018, Fauzi kemudian melayangkan somasi kepada para Tergugat. Dua kali disomasi tapi Tergugat dinilai tidak beritikad baik menyelesaikan persoalan itu, Fauzi lalu mendaftarkan gugatan ke PN Lhokseumawe, 2 November 2018. Karena proses mediasi menemui jalan buntu, gugatan tersebut disidangkan sejak awal tahun 2019.

Dalam gugatannya, Fauzi memohon kepada Majelis Hakim agar “Menyatakan perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad); Menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan Surat Keputusan Penilaian Akreditasi Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe tanggal 28 Juli 2018; Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi materil sebesar Rp100.000.000; Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi inmateriil sebesar Rp1.000.000.000; Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III untuk membayar semua biaya yang timbul akibat perkara ini; Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe yang memeriksa dan mengadili perkara ini, berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo Et Bono)”.[](*)

Baca juga: