LHOKSEUMAWE – Rektor IAIN Malikussaleh Dr. H. Hafifuddin, M.Ag., berharap para cagub-cawagub  Aceh mampu memaparkan grand konsep pembangunan Aceh ke depan dalam debat kandidat digelar KIP Aceh, Kamis, 22 Desember 2016, malam.

“Banyak hal harus dipaparkan dalam debat kandidat, grand konsep pembangunan yang bersifat urgen. Contohnya, pembangunan jangan lagi terpaku dengan APBN dan APBD saja, kita harus belajar dari Aceh masa lalu yang tidak terkena resesi ekonomi dunia,” ujar Hafifuddin diwawancarai portalsatu.com, Kamis siang.

Hafifuddin menjelaskan, masing-masing cagub juga harus mampu membaca keinginan publik Aceh saat ini. Siapa saja yang memimpin Aceh ke depan harus mampu memberikan perubahan, seperti memastikan ketersedian lapangan kerja yang besar, layanan medis bisa diakses dengan baik oleh masyarakat miskin, pendidikan sinergi dengan potensi Aceh secara sumber daya alam.

Menurut Hafifuddin, Aceh memiliki potensi pertanian, perikanan dan sektor perkebunan yang luar biasa. Oleh sebab itu, kata dia, para kandidat harus mampu menjelaskan kepada publik bahwa Aceh bisa memanfaat sektor potensial tersebut untuk menyejahterakan rakyat.

“Hal itu sangat penting dipaparkan dalam debat mengingat ke depan Aceh harus memiliki pemimpin yang berkarakter membangun dan cerdas menyikapi persoalan publik, terutama membangun secara keekonomian,” jelas Hafifuddin.

Satu hal lagi, tambahnya, Aceh memiliki beban moral terhadap penegakan syariat Islam. Dulu muncul anggapan dengan penerapan syariat Islam akan membawa kemakmuran, tapi faktanya belum. “Oleh sebab itu saya rasa isu syariat Islam ini juga ikut dipaparkan dengan konsep yang jelas dan benar-benar membawa perubahan Aceh ke arah lebih baik,” pungkas Hafifuddin.[]

Laporan Munir