TAPAKTUAN – Sejak tiga hari terakhir kalangan tenaga pendidik di Aceh Selatan merasa resah akibat beredarnya pesan singkat (SMS) dari nomor handphone (HP) orang tidak dikenal yang mengatasnamakan Sekretaris Dinas Pendidikan Aka Mulyadi.P

Pesan singkat yang menyebar luas sejak 20 Desember 2016 dikirim melalui nomor HP 081288660912 tersebut isinya, “Assalamu`alaikum. Mohon segera hubungi bapak Drs Martunis/Kadisdik Kab Aceh Selatan. Ini Hp pak Kadis 0811226618, penting sekali. Tertanda H Aka Mulyadi/Sekretaris Disdik”.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan Drs. Martunis dikonfirmasi di kantornya, Kamis, 22 Desember 2016 membenarkan terkait beredar luas SMS gelap yang dikirim orang tidak dikenal kepada para kepala sekolah (kepsek) dan guru di daerah itu.

“Sejak tiga hari lalu, cukup banyak para kepala sekolah dan dewan guru yang menghubungi saya. Bahkan ada yang datang langsung ke kantor Dinas Pendidikan di Tapaktuan mempertanyakan perihal itu,” kata Martunis.

Martunis memastikan pesan singkat tersebut sebagai upaya penipuan karena berdasarkan hasil konfirmasi dan klarifikasi yang telah dilakukan, Sekretaris Dinas Pendidikan Aka Mulyadi tidak pernah mengirimkan SMS dimaksud.

Anehnya lagi, kata Martunis, nomor HP dirinya yang disebutkan dalam SMS tersebut bukan nomor kontak resmi yang biasa dia gunakan serta telah tersimpan di masing-masing HP para kepsek dan dewan guru.

“Menyikapi hal ini, saya telah perintahkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mawardi, untuk memberitahukan kepada para kepala sekolah dan dewan guru bahwa SMS tersebut merupakan upaya penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab,” tambahnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum menerima laporan ada kepsek dan dewan guru yang menjadi korban penipuan dari SMS gelap tersebut. Namun  pihaknya tetap berharap kepada para kepala sekolah dan dewan guru di daerah tersebut agar tidak mudah percaya setiap adanya SMS gelap mengatasnamakan pejabat Disdik yang bertujuan sesuatu sehingga merugikan para kepala sekolah dan dewan guru itu sendiri.

“Saya memberi apresiasi kepada kepala sekolah dan dewan guru karena sejauh ini saya lihat sangat protektif ketika menerima SMS gelap. Hal itu dibuktikan dengan langsung menghubungi ke nomor kontak resmi saya menanyakan kebenaran informasi tersebut sehingga mereka luput dari aksi penipuan,” ucapnya.

Sementara itu, Fauzi, S.Pd., Kepala SDN Ladang Luah, Desa Pulo Ie, Kecamatan Kluet Utara dijumpai di ruang Kadis Pendidikan Aceh Selatan, Kamis, 22 Desember 2016 mengungkapkan, sejak dirinya menerima SMS gelap tersebut 20 Desember lalu, telah mengakibatkan perasaannya tidak tenang. Untuk memastikan hal itu, akhirnya dia memutuskan menjumpai langsung Kadis Pendidikan di Tapaktuan.  

“Saya sengaja tidak menghubungi nomor telphon yang disebutkan dalam SMS gelap tersebut, sebab saya ingin menjumpai langsung pak kadis memastikan apakah benar SMS itu dikirim oleh sekretaris dinas atau bukan. Ternyata setelah saya klarifikasi langsung SMS itu adalah penipuan,” ungkapnya.[]

Laporan Hendrik