TAKENGON – Dua atlet sepeda asal Aceh terancam gagal bermain di PON ke-XIX di Jawa Barat pada September mendatang. Keduanya adalah Zikra Fitra, asal Kala Kemili, Bebesen, Aceh Tengah untuk kelas MTB Downhill kategori putra. Satu lagi Atep Muhana, warga Banda Aceh yang bermain di kelas Cross Country.

Dua atlet sepeda Ikatan Sport Pesepeda Indonesia (ISSI) Aceh itu sebelumnya berhasil masuk pada 20 besar di Pra PON Jawa Barat dan dinyatakan mendapat tiket untuk bertanding di PON.

“Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh bilang kalau tidak masuk lima besar pada Pra PON, seluruh biaya dalam ajang PON hanya ditanggung setengah dari peserta yang masuk lima besar,” kata Zikri Fitra kepada portalsatu.com melalui selulernya, Minggu, 24 Juli 2016.

Zikri mengaku, saat ini ia sedang melakukan pengusulan permohonan kepada ISSI Aceh Tengah untuk mendapat suntikan anggaran.

Ia juga mengatakan, beberapa instansi pemerintah juga telah diusulkan permohonan untuk mendapat anggaran, namun lagi-lagi pihak terkait menolak dengan alasan biaya untuk atlet sudah ditanggung oleh KONI.

“Kalau sepeda untuk bermain sudah ada, itupun ditanggung oleh toko sepeda Serikat di Banda Aceh,” ujar Zikri.

Sementara itu, Ketua ISSI Aceh Tengah Khalisuddin mengatakan, Pemerintah Aceh melalui KONI sudah sepatutnya mengalokasikan anggaran pemberangkatan untuk dua atlet sepeda yang telah berhasil meraih tiket PON Ke-XIX di Jawa Barat.

Apalagi katanya, kedua atlet itu akan membawa nama baik Provinsi Aceh di kancah nasional.

“Ini sangat kita sayangkan, dua atlet sepeda kita sudah susah payah merebut tiket masuk PON, begitu sudah berhasil tiba-tiba sudah tidak ada anggaran,” kata Khalisuddin.[](ihn)