BANDA ACEH – Dua bocah asal Kabupaten Bireuen menderita penyakit radang kulit sejak lahir. Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin sejak Senin, 20 November 2017 malam.

Kedua bocah tersebut diketahui bernama Radiansyah, 11 tahun, dan adiknya Wulan Zaskia, 7 tahun. Mereka merupakan anak dari pasangan Ridwan Dahlan dan Syariah Hasan yang merupakan warga Gampong Geulanggang Meunjee, Kecamatan Kutablang.

Ridwan mengatakan penyakit yang diderita oleh kedua anaknya sudah dialami sejak lahir. Gejala awal yaitu timbulnya gembung air berwarna kemerah-merahan di kulit dan terasa gatal.

“Yang dirasakan dari anak-anak ini sejak lahir itu, gatal. Kalau digarok, itu bisa luka,” kata Ridwan, saat dijumpai portalsatu.com/ di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), RSUDZA, Selasa, 21 November 2017.

Saat ini kondisi korban sangat memprihatinkan. Radiansyah bahkan dikabarkan sudah tidak bisa berjalan lagi karena penyakit itu menyerang kakinya. Meskipun demikian, Ridwan mengatakan kaki kedua anaknya hingga kini masih normal meskipun tidak dapat lagi berfungsi dengan baik.

“(Radiansyah) yang pertama itu lahirnya tahun 2007, tetapi kalau yang perempuan ini lahirnya 2010. Abangnya sudah tidak bisa jalan, karena kakinya itu (sudah luka akibat galat-gatal). Sementara si adiknya (Wulan Zaskia) hanya bisa berdiri,” katanya lagi.

Sebelum dirujuk ke RSUDZA, Radiansyah dan adiknya Wulan Zaskia sudah pernah melakukan pengobatan ke puskesmas serta salah satu rumah sakit di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe.

“Keduanya sudah sering dibawa ke Puskesmas kecamatan dan sebelum Rumah Sakit Fauziah,” katanya lagi.

Ridwan mengatakan anak mereka yang pertama juga menderita penyakit serupa. Namun beberapa hari setelah penyakit itu menyerang, anak mereka meninggal dunia. Sementara anak-anak mereka yang lain, hingga saat ini dalam kondisi normal kecuali Radiansyah dan Wulan. Sebagai catatan, Ridwan memiliki tujuh orang anak termasuk yang sudah meninggal akibat penyakit kulit tersebut.

Saat ini Ridawan beserta istrinya sangat berharap bantuan serta uluran tangan dari donatur. Ridwan mengaku saat ini sudah tidak memiliki apa-apa lagi, karena harta benda mereka sudah habis untuk membiayai kesembuhan anaknya.

“Tetapi kalau pemerintah ini sudah sudi kiranya, kalau kita ini siap dia bantu berupa tempat tinggal kami, karena kami tidak punya tempat tinggal. Sejak untuk berobat mereka, biaya kami sudah tidak ada lagi,” katanya.[]