SUBULUSSALAM – Dua kawanan gajah akan ditranslokasi menggunakan helikopter setelah terjebak di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kota Subulussalam sejak beberapa tahun terakhir.

Rencana translokasi ini disampaikan koordinator penggiat lingkungan asal Republik Ceko, Zbynek Hrabek, dalam siaran persnya kepada portalsatu.com/, Senin, 1 Oktober 2018.

“Selama seminggu ini tim kami Yayasan Hutan Untuk Anak (YAHYA) telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, instansi pemerintahan terkait, dan sejumlah lembaga lingkungan untuk mematangkan rencana translokasi ini”, kata Zbynek.

Direncanakan translokasi ini menggunakan helikopter milik militer dari pangkalan udara di Kota Medan, Sumatera Utara. 

“Kami sudah mengontak pihak militer di Medan, dan mereka menyatakan kesediaan, namun mereka masih menunggu surat permintaan resmi dari pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” kata Zbynek.

Sebelumnya, kata Zbynek, sudah sepekan terakhir tim Yayasan Hutan Untuk Anak dan CRU Trumon, Aceh Selatan, terus berada di lapangan untuk memastikan lokasi keberadaan dua gajah tersebut. Mereka juga memasang sejumlah kamera trap di lokasi. 

“Lokasi ideal yang kita dapatkan adalah wilayah Panton, setelah kami periksa ada jalur jejak gajah dan tersambung langsung ke hutan lindung,” ujar Zbynek.[]