BANDA ACEH – Pakar ekonomi Aceh Dr. Amri S.E., M.Si. mengatakan, Pemerintah Aceh harus melibatkan instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberikan bantuan modal bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Amri dalam diskusi publik bertajuk “Urgensi Pemberdayaan Ekonomi terhadap Perdamaian Aceh” yang digelar Center of Public Policy and Development Studies Aceh (CPSD @Aceh) di Banda Coffee, Rabu, 24 Agustus 2016.

Di lain sisi, kata dia, perbaikan infrastruktur seperti perbaikan sarana jalan, pasar, dan membuka daerah yang terisolasi juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Serta memberikan bantuan pendampingan bagi masyarakat yang melakukan kegiatan perekonomian sehingga masyarakat awam dapat menjalankan aktivitas perekonomian dengan baik,” ujar Amri.

Angka kemiskinan menurutnya bisa dientaskan bila ada program pemerintah yang tepat sasaran dan terukur. “Kalau program tidak tepat dan tidak terukur maka angka kemiskinan semakin bertambah.”

Pemerintah, kata dia, juga harus mengalokasikan dana untuk pengentasan kemiskinan, terutama masyarakat ekonomi lemah sehingga mereka bisa keluar dari jerat kemiskinan.

“Namun hingga kini sinkronisasi dan koordinasi antardepartemen dan dinas terkait masih belum serius sehingga banyak program yang masih tumpang tindih.”

Aceh sebagai salah satu provinsi penerima anggaran yang cukup besar, menurutnya mempunyai sasaran utama untuk menyejahterakan masyarakat, karena itu angka kemiskinan mutlak diturunkan.

“Kalau angka kemiskinan dan pengangguran masih saja tinggi, maka dikhawatirkan pemeliharaan perdamaian di Aceh akan terganggu,” kata Amri.

Selain Dr. Amri, diskusi ini juga menghadirkan mantan Menpan Azwar Abubakar sebagai pembicara.[](ihn/*sar)