SIGLI – Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pidie, Efendi mengatakan kondisi dua Pasien Dalam Pemantauan (PDP)  yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro Sigli dalam kondisi stabil.

Sedangkan 12 Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini tinggal 11 orang lagi,  setelah satu orang sudah melewati masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan sehat, sehingga sudah dikembalikan kepada keluargannya.

Pernyataan itu disampakan Jubir Covid-19 di depan Sekda Pidie,  Idhami dan para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK)  Pidie dalam rapak koordinasi penanganan dan penanggulangan covid-19, Selasa, 31 Maret 2020 di ruang rapat utama DPRK Pidie.

“Hingga hari ini dua PDP yang dirawat di RSU Tgk Chik Ditiro, kami laporkan dalam kondisi stabil. Kita terus melakukan pemantauan tentang kondisinya,” lapor Efendi dalam rapat itu.

Dalam kesempatan itu Jubir yang juga Kepala Dinas Kesehatan Pidie itu menerangkan, seluruh Puskesmas sudah diperintahkan untuk melakukan pendataan bagi warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri.  Bagi warga yang pulang dari luar daerah dan luar negeri akan dilalukan pemeriksaan termasuk dikarantikan selama 14 hari.

Menyangkut Alat Perlindungan Diri (APD)  menurut Efendi, walau terbatas jumlahnya tetapi sudah disalurkan ke Puskesmas – Puskesmas. “APD itu sangat diperlukan untuk petugas medis dalam bekerja melayani masyarakat,” jelas Kadis Kes dalam laporannya.[]