LHOKSEUMAWE – Nazmiaty, 21 tahun, Warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh yang dilaporkan menghilang sejak Jumat, 26 Januari 2017 lalu hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) Lhokseumawe saat itu keluar dari rumah dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat menuju kampusnya di Lhokseumawe.

Akibat kepergiannya, Munir dan Mursida selaku orang tuanya hingga jatuh sakit karena selalu memikirkan anak pertamanya itu.

Salah seorang keluarga Nazmiaty, Ferawati  mengatakan, keponakannya sudah dua pekan lamanya hilang hingga saat ini belum juga kembali.

“Kami pihak keluarga sampai saat ini, tidak mendapatkan tanda apa-apa akan keberadaan Nazmiaty. Kami bahkan sudah mencari dan menghubungi ke seluruh saudara baik itu di dalam atau luar negeri tapi tidak ada yang
mengetahuinya,” kata Ferawati kepada portalsatu.com, Senin 13 Februari 2017.

Ferawati menceritakan sejak pergi dari rumah, dengan sepeda motor Honda Beat BL 4995 QW, kedua orang tua Nazmiaty di rumah sering sakit-sakitan, bahkan ayahnya (Munir-red), tidak bisa bekerja mencari nafkah karena sakit
dan sering melamun memikirkan keberadaan anaknya.

“Nazmiaty merupakan anak kesayangan Munir. Apalagi anak pertama, makanya orang tuanya itu sangat
menginginkan Nazmiaty pulang,” sebut Fera.

Menurut Fera, Nazmiaty itu tidak pernah ada masalah apa-apa di lingkungan rumahnya, dan aktifitas yang dilakukannya pun tidak mencurigakan apalagi Senin sampai Sabtu dia kuliah sedangkan hari Minggu aktifitasnnya hanya bantu-bantu orang tuanya mengupas pinang di rumah dan tidak kemana-mana.

“Saya berharap siapapun yang melihat dan mengetahui keberadaan Nazmiaty untuk menghubungi pihak keluarga ke nomor (085370585682),” tambah Ferawati.[]