MEULABOH – Dua orang Kabupaten Aceh Singkil meninggal dunia setelah mobil penumpang yang mereka tumpangi jenis Isuzu Panther nomor polisi B 1506 FFN, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Banda Aceh-Meulaboh kawasan Desa Suak Pandan, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat, 2 Agustus 2019, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Kedua korban meninggal dunia tersebut Zainal Abidin (48) warga Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, dan Syarifuddin (49) warga Jalan Pasar Belakang, Desa Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil.

Seorang penumpang lainnya Rifki (12) warga Desa Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil hingga Jumat siang masih dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat.

“Kasus kecelakaan ini sedang kami selidiki, dugaan sementara penyebab kecelakaan tunggal tersebut karena sopirnya mengantuk,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kasatlantas AKP Edi Raharjono.

Mobil minibus Isuzu Panther dikemudikan Zainal Abidin dengan membawa dua penumpang, Syarifuddin dan Fikri, melaju dari arah Banda Aceh menuju Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat dengan kecepatan tinggi.

Ketika mobil tersebut melintas di kawasan Desa Suak Pandan, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, diduga pengemudi mengantuk sehingga melaju keluar dari jalur badan jalan, selanjutnya menabrak pagar rumah warga yang berada di sebelah kiri badan jalan. 

Akibatnya, sopir dan seorang penumpang yang duduk di bagian depan, Zainal Abidin dan Syarifuddin, meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah. Sedangkan satu orang penumpang lainnya, kata Kasatlantas AKP Edi Raharjono, yakni Rizki mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

“Saat ini barang bukti kecelakaan tunggal ini sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, informasi diperoleh dari petugas di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, jenazah Zainal Abidin dan Syarifuddin pada Jumat siang sudah dibawa ke Kabupaten Aceh Singkil untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna dimakamkan di desa masing-masing.

Reporter: Teuku Dedi Iskandar.[]Sumber: antaranews.com