TUJUAN dibikin Media sosial (medsos atau sosmed), itu (meungkin awalnya) untuk menghubungkan orang-orang dari tempat jauh, untuk bermasyarakat secara maya. -untuk menghemat waktu dan tempat, karena tidak mungkin setiap hari jumpa–.
Akan tetapi, ternyata, tujuan itu bergeser telak. Bagi sebagian orang, medsos itu membuatnya narsis dan sedikit mengalami semacam penyakit jiwa, yang seolah merasa bebas, akan tetapi, sepertinya medsos itu mengandung kepalsuan.
Ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan teman kita di medsos, kadang ada tarusan, ribuan, bahkan jutaaan pengikut. Sebagian itu palsu.
Kawan yang benar-benar kawan adalah kawan yang sering kita jumpai di darat, sering berkomunikasi. Namun sekarang, postingan di medsos bisa jadi barang hukum jika melanggar aturan yang ditetapkan.
Jika menghabiskan waktu untuk menulis di medsos yang tidak ada gunanya untuk diri sendiri atau orang lain, berarti jiwa kita punya masalah.
Namun, ada orang yang menjadikan medsos untuk ia berbagi informasi atau pengatahuan. Itu pengecualiannya, dalam jumlah yang sedikit.
Aku memakai facebook ini sejak 2009. Aku termasuk ke dalam kedua kategori itu. Waktu yang terbuang untuknya banyak, entah berapa jam sehari. Kini, aku ingin menutupnya (seperti yang sudah kututup twitter dan instagram). Akan tetapi sepertinya facebook akan kubiarkan saja, satu ini, walau akan jarang dibuka, tidak lagi setiap hari.
Sebagaimana nasehat pencipta revolusi komputer dan internet, Bill Gates, “Kami membuat orang betah berlama-lama di depan komputer (laptop/gadget) mereka. Namun, jangan juga berlama di depannya. Padamkan komputer (laptop/gadget) Anda, lihatlah dan berbaurlah dengan dunia di sekeliling anda, dunia asli yang jauh lebih indah daripada gambar di layar komputer. Temui keluarga dan teman-teman anda. Itulah yang sebenarnya dunia.”
Salam untuk teman dunia nyata dan dunia maya.
Banda Aceh, 27 Januari, 2018.
Thayeb Loh Angen.




