BANDA ACEH – Duta Wisata Aceh 2017 Irna Maulisa sangat mengagumi sosok pahlawan Aceh, Cut Nyak Gambang, yang tak lain merupakan anak kandung dari Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar. Bagi Lisa, demikian ia kerap disapa, Cut Nyak Gambang sangat teguh pendirian dan selalu mempertahankan jiwa keacehannya.

“Selalu mempertahankan jiwa keacehannya, itu yang saya kagumi dari Cut Nyak Gambang. Bahkan di detik-detik akan meninggal, ia tetap menolak bantuan dari Belanda,’ ujar Lisa, kepada portalsatu.com/ via telepon seluler, Jumat, 10 November 2017.

“Ia menyebut Belanda dengan kaphé ceulaka, rasa kepahlawanannya yang begitu tinggi itu yang saya kagumi. Selain itu, kuat, pantang menyerah, mandiri, pintar, dan cerdik pula,” tambah Lisa lagi.

Lisa mengatakan, dirinya sangat bangga menjadi putri Aceh. Ia berharap, rasa yang sama juga dimiliki muda-mudi Aceh lainnya.

“Kita tahu Aceh pernah dijajah beberapa negara, tapi tidak ada satu pun negara yang mampu menaklukkan Aceh di saat daerah lain dengan mudah ditaklukkan. Itu karena masyarakat Aceh memiliki jiwa pahlawan. Maka dari itu, kita harus memperingati Hari Pahlawan, khususnya untuk pahlawan Aceh, baik yang diakui secara nasional atau tidak. Mereka pahlawan telah berjuang untuk Aceh hingga titik darah penghabisan sehingga kita merasakan damai di kehidupan sekarang. Tidak ada lagi penjajah, tidak ada lagi perang,” kata Lisa.

Lisa mengajak semua generasi muda Aceh untuk tetap menjaga adat budaya Aceh yang begitu kental. “Jangan tukar budaya kita dengan budaya barat atau budaya lainnya. Aceh tetaplah Aceh. Jangan pernah malu menjadi orang Aceh karena Aceh pernah ditakuti dunia, bahkan hingga kini Aceh masih dikenal dunia,” pungkas Lisa yang tercatat sebagai mahasiswa UIN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu.[] (*sar)