Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaDyah Erti Idawati...

Dyah Erti Idawati Imbau Mahasiswa KKN Kampanyekan Cegah Stunting

BANDA ACEH – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengimbau mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk ikut berkontribusi dalam mengampanyekan pencegahan stunting di tingkat masyarakat desa.

Hal itu Dyah sampaikan saat memberikan materi pembekalan mahasiswa KKN di Aula Unsyiah, Banda Aceh, Senin, 13 Januari 2020. Rencananya mahasiswa KKN tersebut akan ditempatkan di 50 desa Kabupaten Bener Meriah dan diberangkatkan pada 14 Januari 2020.

“Mahasiswa KKN harus mengampanyekan ini (penecegahan stunting) kepada masyarakat di desa, karena kalian nantinya yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Dyah

Ia mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan secara terintegrasi bukan hanya tugas sektoral, tapi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, salah satunya melalui mahasiswa KKN sebagai ujung tombak bangsa. Sehingga pencegahan dan penanganan stunting akan menjadi lebih efektif melalui pendekatan-pendekatan yang diterapkan oleh mahasiswa.

Dyah melanjutkan, salah satu indikator yang menyebabkan tingginya angka stunting di Aceh adalah faktor minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis asupan gizi. Sehingga banyak dari masyarakat hanya mengandalkan kenyang dan enak sehingga cenderung abai terhadap kandungan gizinya.

Dyah berharap, dengan pengetahuan dari mahasiswa tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat setempat. “Melalui kalianlah nantinya yang akan membantu masyarakat untuk memahami lebih lanjut tetang gizi seimbang hariannya,” ujar Dyah.

Dyah menuturkan, stunting akan menyebabkan kondisi tubuh anak akan menjadi lebih rendah, lebih sering disangka sebagai faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya, sehingga masyarakat tidak banyak bertindak untuk mencegahnya. 

Padahal stunting bukan hanya berdampak pada kondisi tubuh anak yang tidak berkembang namun juga berimbas pada kodisi otak yang tidak bagus pekembangannya. Oleh sebab itu, dengan hadirnya mahasiswa KKN ini dapat memberikan pencerahan untuk masyarakat agar lebih sadar terhadap asupan gizinya. Karena stunting merupakan masalah gangguan gizi kronis yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini. 

Ia menyebutkan, ada 3 komponen utama penangulangan stunting yang harus diperhatikan yaitu pola asuh, pola makan, dan air bersih sanitasi. Ketiga hal itulah, kata Dyah, yang harus diperhatikan dan merupakan kunci utama untuk pencegahan stunting.

“Jika ini diterpakan dengan benar, maka Aceh kedepannya akan bebas dari stunting,” ujar Dyah.[](rilis)

Baca juga: