KARANG BARU – Warga Aceh Tamiang, Edi Sutowo, 25 tahun, menciptakan karya musik beraliran metal. Beberapa karya musiknya kini telah beredar dan bisa dinikmati di akun media sosialnya seperti Facebook dan Youtube.

Edi yang tercatat sebagai warga Desa Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda itu mengatakan, sejak masih SMA ia memang sangat menyukai musik beraliran metal. Tak hanya sekadar hobi iapun mengembangkan bakat dan kreativitasnya di aliran musik metal.

“Alhamdulillah sekarang sudah dapat menciptakan karya musik sendiri, termasuk beberapa lagu beserta video klip,” ujar Edi kepada portalsatu.com, Selasa, 22 Maret 2016.

Dia mengakui musik metal memang sulit dikembangkan tetapi generasi saat ini juga banyak yang senang dengan musik itu. “Saya ketika memulai lumayan sulit proses belajar musik itu dan begitu juga proses produksi videonya, semua saya pelajari otodidak sampai-sampai ada mata kuliah nilainya anjlok gara-gara menekuni belajar musik ini,” kata Edi.

Namun karena tekad yang kuat dan semangat berkarya yang tinggi ia tetap fokus untuk mempelajarinya sampai sekarang. “Dan keinginan ke depan karya karya itu direspons oleh masyarakat banyak baik sisi positif maupun negatif, sebab ketika karya saya diapresiasi orang ada kepuasan tersendiri bagi saya,” kata Edi Sutowo.

Ia bertekad memperkaya seni musik di Aceh dengan mengembangkan karya-karya sendiri. Dan katanya, semakin banyak kreator-kreator asal Aceh yang menuangkan hasil karyanya di Youtube. Hal ini menurutnya menjadi bukti bahwa anak Aceh juga mampu berkarya khususnya pada musik jenis metal, karena selama ini musik metal tenggelam hanya dimiliki oleh orang luar atau komunitas lain dari luar.

“Mungkin ke depan kita memiliki jenis musik (metal) itu yang dilahirkan oleh anak Aceh sendiri, serta harapannya mendapat dukungan semua pihak khusus pecinta musik, ” kata Edi Sutowo, vokalis Omnitrix band yang baru dirintisnya.[](ihn)