ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Amerika Donald Trump membahas krisis Teluk yang melibatkan Qatar melalui telepon pada hari Jumat, menyoroti perlunya negosiasi untuk meredakan ketegangan regional. Demikian disiarkan media Turki berbahasa Inggris, worldbulletin.net.

Para pemimpin sepakat bahwa ketegangan yang sedang berlangsung antara Qatar dan negara-negara Teluk lainnya harus dikurangi demi keamanan dan stabilitas kawasan tersebut, menurut kantor berita kepresidenan Turki.

Erdogan dan Trump juga membahas hubungan bilateral terkait sektor ekonomi dan pertahanan, dan juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi terorisme.

Beberapa negara Arab – termasuk Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman – telah memberlakukan blokade diplomatik dan ekonomi di Qatar, yang mereka tuduh mendukung terorisme.

Doha membantah tuduhan tersebut dan menolak daftar permintaan 13 poin yang diterima dari empat negara untuk memulihkan hubungan.

Turki telah bersumpah untuk berdiri di Qatar dan meminta Arab Saudi untuk mengakhiri semua sanksi terhadap negara Teluk tersebut.[]