ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mendesak masyarakat internasional untuk mengakui kelompok Kurdi Suriah yang PYD sebagai organisasi teroris.

Dalam sebuah konferensi pers dengan timpalannya dari Yaman Mansur Hadi di Ankara, Erdogan mengatakan bahwa mereka yang mengakui PKK dan Daesh sebagai organisasi teroris juga harus mencantumkan PYD dan sayap bersenjatanya YPG sebagai kelompok teror juga.

“Baik PYD dan YPG adalah organisasi dari rezim Assad, dan Barat harus memahami bahwa tidak ada perbedaan antara PYD, PKK, Daesh atau DHKP-C,” kata Erdogan.

PYD dan YPG berafiliasi dengan PKK yang memmbuat pemberontakan bersenjata melawan Turki sejak tahun 1984 dan diakui sebagai organisasi teror oleh Uni Eropa dan AS yang DHKP-C adalah kelompok teror jauh-kiri dilarang oleh Turki dan Barat.

Erdogan mengatakan Turki telah bekerja sama dengan koalisi pimpinan AS terhadap kelompok teroris di Suriah dan Irak.

“Namun, beberapa pasukan koalisi mengumumkan penembakan orang Turki oleh PYD di Suriah Utara merupakan pembalasan untuk Turki yang menyerang orang Kurdi di Sria (Suriah). Itu salah, dan saya meminta mereka untuk berperilaku jujur,” kata Erdogan.

Militer Turki telah menembaki posisi PYD di Syria utara selama empat hari berturut-turut sebagain tanggapan untuk tembakan artileri dari pasukan PYD berbasis di sekitar Azaz, provinsi Aleppo utara. Kota ini 6 kilometer (4 mil) dari perbatasan Turki.

AS telah mendesak Turki untuk menghentikan lintas batas tembakan artileri dan meminta PYD tidak mengambil keuntungan dari serangan pemerintah Suriah di rentangan barat laut negara itu untuk merebut wilayah baru.[]

Sumber: Anadolu Agency