ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membantah klaim terkait kemungkinan perombakan Kabinet di pemerintahan.

Berbicara kepada media, disiarkan worldbulletin.net, sebelum berangkat ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Sochi, Erdogan ditanya tentang kemungkinan perubahan di Kabinet.

“Tidak ada yang seperti itu dalam agenda pemerintah. Ketua (Binali Yildirim) tidak menyarankan saya hal seperti itu,” kata Erdogan, sehari setelah bergabung dengan Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.

Erdogan memimpin Partai AK selama 13 tahun mulai tahun 2001 namun harus undur diri saat menjadi presiden pada Agustus 2014, karena persyaratan hukum bagi presiden bersikap netral secara politis.

Ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan dalam Papan Keputusan Pusat tersebut (MKYK) dan pemerintahan partai setelah terpilih kembali sebagai ketua Partai AK pada 21 Mei, Erdogan mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan kembali dan mengevaluasi kembali unit-unit saat ini dalam partai tersebut setelah diskusi serius.”

Erdogan menggarisbawahi bahwa hal-hal ini akan terjadi “jika saya terpilih kembali.”[]