JAKARTA- Presiden Inter Milan, Erick Thohir, menegaskan komitmennya memimpin klub tersebut. Ini sebagai bantahan rumor seputar penjualan saham Inter ke pengusaha asal Cina.
“Saya Presiden klub ini, saya ingin Inter kembali besar. Saya tidak punya niat menjual saham mayoritas,” kata Erick kepada Inter Chanel,dikutip dari Football Italia, Senin (18/4).
Ia mengungkapan saat ini hubungannya dengan pelatih Roberto Mancini, dan presiden kehormatan Massimo Moratti berjalan baik. Mereka sedang menjalani proses kebangkitan dalam lima tahun ke depan.
Namun di tengah-tengah perjalanan itu, banyak media Italia mengklaim Nerazzurri di ambang kebangkrutan. Ini berdampak pada isu penjualan saham. Hal tersebut yang langsung diklarifikasi pemilik Mahaka Group ini.
“Koran-koran selalu menulis hal yang berbeda. Selama dua tahun saya di sini, saya mencoba merekonstruksi skuat. Massimo Moratti membantu, dan memberi saran, kami berada di jalur yang tepat,” ujar Erick.
Ia berharap sebuah media hendaknya menuliskan kebenaran. Apa yang terjadi adalah setiap perusahaan, menurutnya membutuhkan mitra bisnis. Namun ia menjamin saham mayoritas La Beneamata tetap di tangannya.
“Saya sendiri pemilik media, saya menghormati pembaca kami. Jika kami memiliki mitra strategis yang bisa membuat Inter lebih kuat, mengapa tidak?” tutur pengusaha asal Indonesia ini.[]Sumber:republika.co.d



