ACEH UTARA – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta pemerintah daerah di Aceh memanfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus) semaksimal mungkin dalam pembangunan berbagai sektor di daerah. Jangan sampai dana Otsus ini tidak mempunyai dampak apapun atau habis begitu saja.

Fadli Zon yang juga Ketua Tim Pemantau DPR RI terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, menyampaikan itu saat melakukan pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad, di Pendopo Bupati setempat, di Lhokseumawe, Minggu, 9 Desember 2018, malam.

Untuk Aceh, lanjut Fadli Zon, tahun 2018 mendapat dana Otsus senilai Rp8 triliun. Ini merupakan angka yang cukup besar dan harus dimanfaatkan dalam rangka melaksanakan apa yang menjadi amanat dari UUPA. Terutama harus memprioritaskan dari segi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pengembangan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, sosial, kesehatan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga sangat diperlukan.

“Jadi, saya kira beberapa hal itu menjadi pilihan-pilihan prioritas dalam menjalankan program pemerintahan tersebut. Tentunya dalam pengelolaan itu juga perlu adanya semacam evaluasi bagaimana penggunaan dana ini bisa efektif,” kata Fadli Zon.

Fadli Zon menambahkan, hal yang sama juga dilakukan di Provinsi Papua dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan jumlah dana bervariatif dari masing-masing daerah tersebut. “Semuanya harus tetap mengontrol bagaimana penggunaan anggaran itu”.

“Saya kira di Aceh, kita juga secara periodik meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit. Tetapi sejauh ini kita masih meminta audit yang umum, kecuali nanti ada hal-hal yang khusus,” ujar Fadli Zon.

Barangkali yang perlu dievaluasi adalah, lanjut Fadli, bahwa sampai sejauh pembagian keuangan antara pengelola di provinsi dan distribusinya ke kabupaten/kota yang ada di Aceh. “Mungkin ada baiknya juga melakukan kajian atau studi. Misalnya, penggunaan dana ini sehingga mempunyai impact atau distribusi di kabupaten/kota lebih besar dibandingkan provinsi. Tentu ini memerlukan suatu pengkajian karena anggaran tersebut mempunyai suatu dampak dengan adanya dana Otsus itu benar-benar manfaatnya terasa bagi masyarakat khususnya di Aceh”.

“Apakah itu dari segi infrastruktur, ekonomi rakyat, pendidikan, sosial, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan itu harus dapat dirasakan untuk masyarakat. Kita tidak ingin dana Otsus ini tidak mempunyai dampak apapun atau habis begitu saja, maka inilah gunanya Tim Pemantau Otsus dari DPR RI sehingga kita bisa memastikan penggunaan anggaran tersebut tepat sasaran,” ungkap Fadli Zon.

Dalam kesempatan itu turut dihadiri Anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djami, Firmandez, Muslim, Tgk. Khaidir, dan Anggota DPR RI asal Papua, Jimmy Demianus Ijie. Hadir juga Wakil Ketua DPRK, Abdul Muthalib akrab disapa Taliban, Setda Aceh Utara, Abdul Aziz, serta sejumlah SKPK lainnya.[]