JAKARTA – Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa pihaknya tak merasa ingin melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Pihaknya pun justru tak mengetahui hal tersebut.
“(Pidato) yang mana. Yang bilang siapa?,” kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/12).
Lebih lanjut, Martinus pun memastikan, jika pihaknya tak akan melakukan penangkapan terhadap Fahri. Karena kalau pihaknya ingin melakukan penangkapan terhadap seseorang itu berawal dari adanya laporan.
“Proses penangkapan itu kan didahului dengan sebuah laporan, Kemudian sebuah panggilan-panggilan yang tidak dihadiri yang kemudian dilakukan penangkapan kalau dalam kaitan hal ini kan tidak ada sama sekali laporan yang masuk terkait saudara Fahri Hamzah, jadi kaitan apa dengan penangkapan,” pastinya.
Martinus pun menegaskan, jika pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan informasi jika Fahri akan ditangkap karena diduga telah melakukan ujaran kebencian.
“Sampai saat ini belum ada informasi yang saya terima terkait dengan proses penegakan hukum Hal ini ya,” tandasnya.
Sebelumnya, Fahri Hamzah hadir sekaligus memberikan sambutan dalam acara reuni akbar alumni 212 yang digelar di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Namun di sela pidatonya, Fahri mengaku mendapatkan informasi dia akan ditangkap karena ujaran kebencian. Namun dia tak menjelaskan lebih detail maksud dari ucapannya dan ujaran kebencian yang mana.
“Habis pidato saya dapat laporan bahwa saya akan ditangkap karena ujaran kebencian dan menghasut,” kata Fahri, Jakarta, Sabtu (2/12).
“Karena saat itu saya memberitahu cara menjatuhkan presiden. Menjatuhkan presiden itu konstitusional. Karena jika presiden melakukan impeachment bisa dijatuhkan konstitusional,” sambungnya.
Dia mendoakan semua yang turut dalam aksi 212 akan menjadi mujahid. “Pak Jokowi dengar itu angguk-angguk. Dia alumni 212 mudah-mudahan dia jadi mujahid. Tahun lalu dia nampak, jangan-jangan dia nampak sekarang kalau ada bawa ke atas panggung,” kata Fahri.[] Sumber: merdeka.com



