LHOKSUKON – Calon bupati Fakhrurrazi H. Cut mengatakan, Aceh Utara butuh pemimpin baru yang lahir dari suara rakyat untuk memaksimalkan pembangunan di kabupaten ini.

Sampoe inohat kanto bupati galom lheuh. Nyan tugas bupati ukeu, selesaikan kanto bupati. Bek gadoh wet-wet (Sampai saat ini kantor bupati belum selesai dibangun. Itu tugas bupati yang akan datang, selesaikan kantor bupati. Jangan sibuk jalan-jalan),” ujar Fakhrurrazi saat kampanye rapat umum di Lapangan Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, 4 Januari 2017.

Uroe nyoe kamoe na di sinoe melalui dukungan KTP droneuh. Sedih that takalon, le pembangunan hana meusentuh, masyarakat gasin hana geuperati le pemimpin geutanyoe (Hari ini kami di sini melalui dukungan KTP masyarakat. Sedih sekali kita lihat, banyak pembangunan tidak tersentuh, masyarakat miskin tidak diperhatikan oleh pemimpin kita),” kata Fakhrurrazi lagi.

Fakhrurrazi mengatakan akan memprioritaskan pembangunan rumah kaum dhuafa secara merata. “Saat ini banyak terjadi, masyarakat miskin baru akan mendapat rumah dhuafa dengan mengeluarkan uang Rp10 juta. Namun, untuk ke depan jika Fa-Tar terpilih, tidak akan ada lagi seperti itu,” ujarnya.

Fa-Tar ialah Fakhrurrazi dan Mukhtar Daud, pasangan calon bupati-wakil bupati Aceh Utara nomor urut 4.[]