LANGSA – Membangun Kota Langsa tidak cukup hanya dengan mengedepankan potensi alam semata, tetapi yang lebih penting dari itu adalah membangun manusianya, sehingga terciptalah insan beraqidah dan berakhlak mulia. Karena itu pendidikan akhlak baik secara formal dan non formal harus terus ditingkatkan.

Demikian kata Fazlun Hasan pada acara Talk Show Generasi Muda Anti Narkoba, di radio Cot Kala FM Langsa, 18 Mei 2016. 

“Membangun Langsa harus dengan mengedepankan sumber daya manusia yang berakhlak dan beraqidah yang baik,” ucap Bang Fazlun, sapaan akrabnya. 

Terkait tentang penyebaran Narkoba di kalangan remaja dan mahasiswa di Kota Langsa, Fazlun yang juga aktivis 1998 mengatakan, kondisi Langsa saat ini bukan hanya remaja dan yang muda yang terjerumus narkoba, bahkan usia menengah dan tua pun banyak yang terjerat Narkoba.

“Karenanya peran serta pemerintah bersama masyarakat dalam pemberantasan narkoba sangat dibutuhkan,” katanya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia,  melalui penyaluran bakat seni dan budaya, olah raga dan prestasi lainya yang ditindak lanjuti dengan jalan memberi ruang ekspresi.

 “Tak ada gunanya membendung kreatifitas positif mereka,” kata Ketua DPP Fopkra Aceh ini. Pendidikan aqidah dan akhlak dalam keluarga juga sangat penting. Saya berharap agar setiap keluarga mampu menghadirkan kembali suasana kekeluargaan yang islami,” kata Fazlun, dalam siaran persnya.  

Fazlun Hasan berharap, generasi muda Kota Langsa harus terlibat aktif dalam upaya perang terhadap Narkoba. Generasi Muda yang merupakan pelaku pembaharuan harus memainkan perannya dalam pembangunan.

“Pembangunan suatu daerah tidak boleh tanpa kontribusi dan pemaknaan dari pemuda. Jauhi Narkoba agar menjadi generasi yang sehat, karena dengan kesehatan yang baik akan lahir insan muda cerdas dan kreatif, “Saya menyebutnya generasi Gemilang, hal inilah yang dibutuhkan, agar kedepan kita dapat bersama-sama membangun Kota Langsa dengan lebih baik,” kata Bang Fazlun.[]