BANDA ACEH — Aroma rempah dan kuah yang mendidih memenuhi suasana perayaan Milad ke 65 Universitas Syiah Kuala. Di tengah persaingan antar fakultas, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USK ikut mengolah salah satu hidangan yang lekat dengan tradisi Aceh kuah beulangong.
Tim FKG USK turun dalam Lomba Kuah Beulangong dengan mengusung tema “Rasa Aceh, Warisan Leluhur, Semangat FKG USK.” Bagi FKG, perlombaan ini bukan sekadar adu kemampuan meracik masakan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sivitas akademika sekaligus mengenalkan kembali warisan kuliner Aceh di lingkungan kampus.
Lomba berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dalam waktu tersebut, setiap tim dituntut bekerja cepat dan kompak, mulai dari menyiapkan bumbu, mengolah bahan, hingga menghasilkan kuah beulangong yang siap dinilai dewan juri.
Tim FKG USK diperkuat Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan drh. Abdillah Imron Nasution, Ph.D, perwakilan Dharma Wanita FKG USK drh. Nurhafni, Kepala Bagian Administrasi Umum Ners Afdhal Siddiq, S.Kep, Kepala Subbagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Saiful, SE, serta pengadministrasi akademik Wahyudi, A.Md.
Kekompakan menjadi bagian penting selama proses memasak. Setiap anggota tim mengambil peran masing-masing untuk memastikan hidangan dapat diselesaikan sesuai batas waktu. Bumbu khas Aceh menjadi salah satu unsur yang diandalkan tim dalam menghasilkan cita rasa kuah beulangong.
Hidangan kemudian diselesaikan tepat waktu untuk diserahkan kepada dewan juri. Meski berhadapan dengan tim dari berbagai fakultas di lingkungan USK, tim FKG tetap tampil dengan semangat dan percaya diri.
Dekan FKG USK Dr. drg. Zulfan M Alibasyah, Sp. Perio, mengatakan keikutsertaan tim FKG dalam lomba tersebut merupakan bagian dari semangat sivitas akademika dalam menyemarakkan Milad ke-65 USK.
Menurut dia, kuah beulangong memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. Hidangan tersebut tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga mencerminkan tradisi kebersamaan dan budaya gotong royong.
“Partisipasi Tim Chef FKG dalam Lomba Kuah Beulangong ini menjadi salah satu wujud nyata semangat kebersamaan sivitas akademika FKG USK dalam menyemarakkan Milad ke-65 USK,” kata Zulfan, Minggu, (20/9).
Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kuliner leluhur Aceh agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi berikutnya.
Bagi FKG USK, pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung melalui kegiatan akademik. Tradisi kuliner seperti kuah beulangong juga dapat menjadi medium untuk mempertemukan sivitas akademika dalam suasana yang lebih cair, sekaligus menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang melekat dalam budaya Aceh.
Keikutsertaan FKG dalam lomba itu akhirnya menjadi bagian dari perayaan Milad ke-65 USK yang tidak hanya menampilkan capaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi identitas dan budaya Aceh untuk hadir di lingkungan kampus yang dikenal sebagai





