Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaNewsFKL Laporkan Perkembangan...

FKL Laporkan Perkembangan Suaka Rhino Sumatera ke Wali Nanggroe Aceh

BANDA ACEH – Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL) menjumpai Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneuret, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 30 Agustus 2021. FKL melaporkan progres pembangunan Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Kabupaten Aceh Timur yang dalam proses pembangunan.

Para pengurus Yayasan FKL terdiri dari Dedi Yansyah selaku Koordinator Program, Hertanto Korpid Bidang Perlindungan dan Murtadha Staf Perizinan, datang secara khusus untuk melaporkan update terkini progres dan kendala pembangunan SRS sejauh ini.

“Pembangunannya sedang pra kondisi untuk infratruktur, sudah ada akses ke SRS, itu sudah sesuai dengan arahan Bupati Aceh Timur dan tim di kabupaten bahwa pembangunan itu sudah bisa dilakukan,” kata Dedi.

“Luas fasilitas areal inti 600 hektare, dan areal penyangganya yang kita usulkan 7600 hektare. Saat ini sedang dalam proses pengajuan hak pakai,” tambah Dedi.

Menurut Dedi, jika berpatokan pada dokumen-dokumen sudah ada dan jalannya proses pembangunan, dapat dilaporkan progres pembangunan SRS Aceh Timur sudah mencapai 80 persen. “Memang ada sedikit kendala. Untuk mengatasi kendala itu, saat ini kita tengah melakukan pendekatan-pendekatan secara kemanusiaan,” kata Dedi.

Menanggapi progres yang disampaikan Yayasan FKL, Wali Nanggroe menyatakan, dirinya sangat mendukung pembangunan SRS Aceh Timur. Dukungan tersebut telah pernah juga disampaikan sebelum-sebelumnya.

“Badak Sumatera ini merupakan salah satu satwa kebanggaan orang Aceh. Dan saat ini Aceh menjadi benteng terakhir keberlanjutan Badak Sumatera di Indonesia khususnya, dan di dunia pada umumnya,” kata Wali Nanggroe.

“Saya minta pembangunan SRS Aceh Timur terus dilanjutkan,” tambah Wali Nanggroe, sembari mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya merencanakan berkunjung langsung ke lokasi pembangunan SRS di Aceh Timur.

Seperti diketahui, di Indonesia hanya ada dua sub jenis badak yang masih tertinggal, yaitu Badak Jawa di Ujung Kulon, dan Badak Sumatera hanya ada di Kalimantan Timur, Way Kambas, dan di Aceh. Dari keseluruh Badak Sumatera yang masih tersisa di Indonesia, 50 persen di antaranya berada di Aceh.[](ril)

Baca juga: