Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaFORGEPPA Minta PLN...

FORGEPPA Minta PLN Tidak Padamkan Listrik Selama Bulan Ramadan

BANDA ACEH – Forum Gerakan Pemuda Peduli Aceh (FORGEPPA) meminta pihak PLN Wilayah Aceh tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan Ramadan, karena dikhawatirkan mengurangi dan mengganggu kekhusukan ibadah masyarakat yang sedang menunaikan ibadah.

Ketua Umum FORGEPPA, Muhammad Arsyad, menjelaskan waktu-waktu tertentu yang wajib bebas pemadaman listrik selama bulan puasa di antaranya pada waktu berbuka, salat magrib, tarawih, saat sahur dan salat subuh.

“Diharapkan PLN justru bisa meningkatkan pelayanannya pada bulan Ramadan tersebut,” kata Muhammad Arsyad, melalui siaran pers Minggu, 5 Juni 2016.

Hal itu disampaikannya karena selama ini PLN kerap kali melakukan pemadaman bergilir tanpa memandang waktu. Akibatnya masyarakat menjadi marah dan resah karena pemadaman tersebut mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari.

“Kami minta kepada PLN jangan sampailah pemadaman listrik dilakukan selama puasa ini karena sangat merugikan sekali bagi masyarakat,” katanya.

Untuk itu Arsyad berharap pihak PLN segera mencari solusi untuk meminimalisir pemadaman listrik bukan hanya di perkotaan saja, namun terlebih lagi di kabupaten-kabupaten dan di pedesaan di Aceh.

“Tanpa proaktif semua stakeholder di Aceh untuk mendorong mengatasi dan menyelesaikan persoalan listrik di Aceh, maka tidak mustahil persolan listrik di Aceh akan tetap berlarut-larut. Oleh sebabnya, semua stakeholder harus turun tangan untuk mencari solusi agar persoalan listrik di Aceh bisa segera teratasi,” kata Arsyad.[](ihn)

Baca juga: