BLANGKEJEREN – Sebagian besar desa di Kabupaten Gayo Lues belum teraliri listrik pascabanjir dan tanah longsor. Selain masalah tiang dan kabel di lapangan, yang menjadi persoalan besar adalah kekurangan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di PLTD Rema hingga dilakukan pemadaman bergilir di pusat Kota Blangkejeren.
Manajer PLN Ranting Blangkejeren, Isnan Ananda, Senin, 8 Desember 2025, mengatakan saat ini stok BBM PLTD Rema tersisa 59 kL lagi, dengan konsumsi BBM harian sebesar 9-10 kL per harinya.
“Hari ini PLN sudah menyewa tiga mobil dump truck untuk berangkat ke Blangpidie untuk pengambilan BBM. Insya Allah, besok bisa masuk sekitar 10 kL ke PLTD Rema, mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Isnan melalui pesan Whatsapp.
Hingga hari ini, jumlah sudah berhasil menyala pascabanjir dan longsor sebanyak 56 desa. Tetapi di lapangan, kebanyakan desa lebih banyak pemadaman listrik ketimbang menyala. Hal ini ikut membuat warga terdampak lainnya merasakan penderitaan.
Isnan mengaku akan mengupayakan percepatan penormalan jaringan listrik di Kabupaten Gayo Lues apabila jalan untuk pengangkutan BBM ke PLTD sudah bisa dilalui kembali.
“Seluruh infrastruktur kelistrikan yang terdampak akibat banjir sudah bisa diakses untuk diperbaiki. Insya Allah, bisa kembali normal, mohon doanya dari masyaratakat Kabupaten Gayo Lues,” ucapnya.[]



