ACEH TENGAH – BPBD menyebut banjir bandang dan longsor melanda Desa Paya Tumpi Induk dan Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, menyebabkan puluhan rumah warga rusak berat dan sedang, Rabu, 13 Mei 2020 siang. Sedangkan di Kecamatan Bebesan, tergenang material longsor lahan perkebunan dan terganggunya akses jalan.
Hasil pendataan sementara BPBD Aceh Tengah, dampak bencana alam itu 31 rumah rusak berat dan 26 rusak sedang.
Kepala BPBD Aceh Tengah, Ishak, mengatakan warga yang rumahnya rusak berat dan rusak sedang itu sudah diungsikan ke tempat pengungsian yang aman.
“Sementara yang kita tahu kendaraan yang terseret arus satu mobil, roda dua belum bisa kita pastikan,” ujar Ishak saat dihubungi portalsatu.com Rabu, malam.
BPBD bersama tim terkait kemudian mempersiapkan kebutuhan para pengungsi sekaligus mendata korban yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan.
“Kita sudah mendirikan tenda, kemudian dapur umum sudah ditangani oleh Dinas Sosial Aceh Tengah dan sudah didirikan. Saat ini yang paling kita butuhkan adalah matras untuk tempat tidur pengungsi,” ungkapnya.
Menurut Ishak, pascabanjir bandang dan longsor itu, jalur utama Bireuen-Takengon sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kondisi di jalan utama Bireuen – Takengon sebelum buka puasa tadi sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat walaupun masih ada material longsor tapi sudah bisa dilalui. Rencana besok akan dilakukan pembersihan kembali,” kata Ishak.
Berikut foto-foto banjir dan longsor di Aceh Tengah:




[]





