KRUENG RAYA – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Situs Sejarah di Lamuri, Lamreh, Krueng Raya, Kamis, 1 Desember 2016. Diskusi ini berlangsung sederhana di kawasan zona inti tapak Kerajaan Lamuri.
Hadir dalam FGD ini beberapa peneliti lokal yang intens menggali sisa peninggalan kerajaan kuno di Aceh tersebut. Salah satu diantaranya adalah Dr. Husaini Ibrahim, MA, dari Jurusan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah. Husaini dalam kegiatan tersebut turut memaparkan sejumlah temuan di kawasan Lamuri seperti beberapa nisan para tokoh kerajaan dan pecahan keramik hasil kebudayaan dinasti dari China masa lalu.
Hadir pula ke lokasi Kasubid Bidang Ekonomi Bappeda Aceh, Aswar Ramli Paya, Kasi Sejarah Disbudpar Aceh Yudi Andhika, Ketua Raja-raja Aceh Teuku Raja Zulkarnain, sejarawan kebudayaan Islam Teungku Taqiyuddin, Lc, perwakilan Bappeda Aceh Besar, perwakilan Disbudpar Aceh Besar, Kapolsek Krueng Raya Iptu Zaini, arkeolog independen Deddy Satria, anggota Masyarakat Pecinta Sejarah (Mapesa), dan puluhan masyarakat Lamreh.
Dalam FGD tersebut banyak harapan yang muncul agar situs ini dapat dijaga untuk warisan budaya generasi muda Aceh. Selain itu, keberadaan dan pengakuan situs ini oleh pemerintah juga diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.[]


