MEUREUDU – Pantai Kuthang di Trienggadeng, Pidie Jaya, ramai dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan. Objek wisata bahari ini berhiaskan “kapal” biru yang dibangun tahun lalu.

Pantauan portalsatu.com/, Minggu lalu, Pantai Kuthang berlokasi dekat Jalan Banda Aceh – Medan, ramai dikunjungi rombongan keluarga menggunakan mobil pick-up (bak terbuka) hingga mobil mewah. Ada pula para kawula muda yang datang berkelompok mengendarai sepeda motor.

Dari arah Banda Aceh, Pantai Kuthang berada di sebelah kiri. Dari jalan raya langsung terlihat sebuah bangunan menyerupai kapal berwarna biru. Lalu, pengunjung dapat memilih salah satu dari warung-warung yang sebagian besar beratap daun rumbia. Di sisi semua warung berdiri kokoh pohon cemara (eru) berderet di sepanjang pantai tersebut.

Warung-warung itu menyediakan kuliner seperti mi goreng, lincah (rujak), dan aneka minuman termasuk kelapa muda. Sambil mencicipi kuliner, pengunjung akan merasakan embusan angin segar nan sejuk. Juga menikmati pemandangan ombak berkejaran menyapa hamparan pantai. Tampak pula kurok-rok atau bunker (bangunan tempat pengintaian) peninggalan pasukan Jepang yang berulang kali dijilat lidah ombak.

Pengunjung juga dapat memancing ikan di laut. “Dari pantai, kita diantar dengan perahu oleh pengelola pantai ini ke tempat memancing yang sudah disediakan di laut. Hanya membayar biaya Rp40 ribu, boleh memancing pagi sampai sore,” ujar Amir, pengunjung dari Gampong Kaye Raya, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, yang hobi memancing.

Fahmi, pengelola “Pondok Bambu”, salah satu warung di lokasi wisata itu, mengatakan, Pantai Khutang atau Bale Kuthang dibuka setiap hari, pagi sampai sore. “Khusus hari Jumat, hanya dibuka usai salat Jumat sampai sore,” ujarnya.

“Sudah sekitar lima tahun dibuka untuk wisatawan. Ramai pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu,” kata Fahmi diamini istrinya.

Menurut Fahmi, bangunan menyerupai kapal berwarna biru di lokasi wisata itu dibangun oleh pemerintah daerah. “Baru selesai sekitar tiga bulan lalu. Kabarnya akan difungsikan untuk ruang ganti dan musala,” ujarnya.

Data diperoleh portalsatu.com/ dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pidie Jaya, pembangunan ruang ganti/toilet Pantai Kuthang sumber dana tahun 2017 senilai Rp740 juta lebih. Ada pula pembangunan panggung kesenian/pertunjukan Pantai Kuthang sumber dana DAK reguler 2017 dengan pagu Rp1 miliar.

Menurut sejumlah sumber, lokasi Pantai Kuthang menjadi arena Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) atau Pameran Kebudayaan dan Pembangunan Pijay dalam beberapa tahun terakhir.

Objek wisata pantai itu tampaknya menjadi pilihan tepat untuk liburan akhir pekan bersama keluarga.[](idg)