BANDA ACEH – Sebanyak 24 pelajar SMA Negeri 5 Lhokseumawe mengunjungi sejumlah situs sejarah di Aceh Besar dan Banda Aceh, Sabtu, 16 Desember 2017. Mereka juga akan meuseuraya untuk membersihkan nisan-nisan peninggalan era Kesultanan Aceh Darussalam yang ditemukan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), di Gampong Lamtutui, Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu, 17 Desember 2017.

Almuzalir, salah seorang guru SMA Negeri 5 Lhokseumawe mengatakan, para pelajar itu merasa penting untuk mempelajari sejarah dan melihat langsung sejumlah kompleks makam yang merupakan jejak Kesultanan Aceh Darussalam. Selain itu, mereka ingin menunjukkan kepedulian dengan cara ikut meuseuraya (gotong-royong) bersama Mapesa menyelamatkan batu-batu nisan peninggalan Aceh Darussalam.

“Para siswa perlu orientasi tentang nilai sejarah, karena sejarah Aceh sangat penting. Oleh karena itu, hari ini mereka melakukan napak (tapak) tilas sejarah Aceh,” ujar Almuzalir. “Selain itu, mereka ingin meuseuraya sebagai bentuk kepedulian terhadap situs sejarah”.

Kunjungan para pelajar SMAN 5 Lhokseumawe ke sejumlah situs sejarah peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam di Aceh Besar dan Banda Aceh dipandu oleh Yusri Ramli, Khairul dan Masykur dari Mapesa.

“Dalam kegiatan napak tilas sejarah ini, para pelajar dari SMA Negeri 5 Lhokseumawe mempelajari nama-nama sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Aceh Darussalam. Mereka juga mempelajari tentang mata uang dirham (koin emas) dan keuh atau uang terbuat dari timah,” ujar Yusri Ramli, Sekretaris Jenderal Mapesa.[]