Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Geuceu, Banda Aceh, Pustaka dan Museum Ali Hasjmy cukup mudah dijangkau. Letaknya tak jauh dengan beberapa kantor pemerintah. Juga berdekatan dengan RS Fakinah.
Prof. Ali Hasjmy adalah mantan Gubernur Aceh. Dia juga pernah menjadi Ketua MUI dan Ketua LAKA Aceh. Dikenal pula sebagai sartrawan di era pujangga baru Indonesia.
Diresmikan 15 Januari 1991 oleh Prof. Emil Salim, kedua lembaga itu–pustaka dan museum–bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy (YPAH), terletak di rumah pribadi Ali Hasjmy.
Saat portalsatu.com/ berkunjung minggu lalu, isi pustaka dan bangunannya terawat dengan rapi. Namun, pustaka yang buka setengah hari saja itu sepi pengunjung.
Luas keseluruhan rumah dan gedung sekitar 1.500 meter. Dahulu, gedung pustaka ini adalah rumah Ali Hasjmy, namun anak-anak beliau sepakat untuk membangun rumah baru di belakang pustaka yang dijadikan rumah singgah ketika mereka pulang. Anak Ali Hasjmy kini menetap di Jakarta dan hanya pulang jika ada acara atau hari ulang tahun bapaknya.
Kondisi pustaka dan museum tampak masih cukup terawat. Di ruangan tamu pustaka ada empat buah sofa yang biasa ditempati pengunjung untuk membaca buku. Di sisi kanan ada dua lemari buku berisi tulisan dan arsip ilmiah tentang budaya Aceh dan agama. Beragam buku ditulis dengan bahasa Aceh, Indonesia, Inggris dan Belanda. Di sisi paling kanan juga ada lemari berisi tas seminar dan baju dinas di masa jabatan Ali Hasjmy sebagai Gubernur Aceh.
Sedangkan di sisi paling kiri terdapat deretan meja kerja pengurus pustaka, serta lemari berisi buku hasil tulisan Ali Hasjmy, juga mesin tik yang dipakainya dahulu. Deretan buku banyak terdapat di sisi belakang pustaka lengkap dengan meja memanjang. (Selengkapnya baca: Pustaka Hasjmy, Gudang Ilmu yang Digudangkan?)[](Jauhar)



