Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
Beranda Ramlah Mengantar...

[Foto] Ramlah Mengantar Roti Meraih Rezeki di Tengah Pandemi

Ramlah, warga Desa Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Protokol Kota Lhokseumawe, Selasa, 3 November 2020, siang. Perempuan 51 tahun itu mengantar roti gulung ke warung dan kios di kawasan pusat kota, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Saban hari, sejak lebih dua bulan terakhir, Ramlah menjadi pengantar roti gulung hasil produksi home industry (industri rumahan/industri rumah tangga) milik Nuryanto (33 tahun), di Desa Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Ramlah rata-rata mengambil 300 sampai 600 roti gulung pada Nuryanto dengan harga Rp2.600/potong perhari. Ramlah kemudian mengantar dan menaruh 10 sampai 20 potong roti/warung dan kios tersebar di kawasan pusat kota, Kecamatan Banda Sakti, dan beberapa lokasi lainnya di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Ramlah meminta pengelola warung dan kios menjual Rp4.000/potong roti itu. Hasil penjualan roti tersebut, pengelola warung dan kios memperoleh Rp500/potong. Sedangkan Ramlah mendapatkan keuntungan Rp900/potong roti yang terjual.

Pendapatan Ramlah itu mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehari-hari di masa pandemi Covid-19 ini. Bahkan, Ramlah bisa menabung sebagian keuntungan hasil penjualan roti gulung tersebut. Ramlah semakin giat bekerja sejak suaminya, Abdul Hamid (53 tahun), berhenti sementara dari pekerjaan sebagai tukang ojek lantaran menderita penyakit batu ginjal lebih sebulan lalu.

Ramlah yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, bangkit menjadi pengantar roti untuk meraih rezeki di tengah pandemi.

Disaksikan suaminya, Abdul Hamid, Ramlah berangkat dari rumahnya di Desa Paya Punteuet, menuju home industry roti gulung di Desa Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Ramlah mengambil ratusan potong roti gulung produksi home industry di Desa Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Roti itu kemudian ditaruh untuk dijual di warung dan kios tersebar di kawasan pusat kota, Kecamatan Banda Sakti, dan beberapa lokasi lainnya di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Ramlah menaruh roti gulung di Warung Coffee-In milik Noval di Jalan T. Hamzah Bendahara, depan Museum Kota Lhokseumawe, di Desa Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti.

Ramlah menaruh roti gulung di Warung Teo Jus milik Bang Pon, di Jalan Samudra Lama, depan Rumah Sakit PMI Aceh Utara, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.[](irm)

Baca juga: