LHOKSEUMAWE – Front Pembela Islam (FPI) Aceh membuka pendaftaran sukarelawan untuk dikirim ke Myanmar guna membantu etnis Rohingya. Sukarelawan yang sudah mendaftar tidak hanya kader FPI, tetapi ada juga santri dan mantan anggota GAM.
Alhamdulillah, sudah lebih dari 200 orang yang mendaftar di posko-posko yang kita buka di seluruh DPW FPI di Aceh. Dari posko yang kita buka di Nagan Raya ada 100 orang, dan dari beberapa posko di pantai timur Aceh juga sudah lebih dari 100 orang, kata Ketua FPI Aceh Tgk. Muslim At-Thahiri kepada portalsatu.com, Senin, 4 Septmber 2017.
Tgk. Muslim menjelaskan, pendaftaran dibuka sejak dua hari lalu. Ia belum dapat memastikan, kapan pendaftaran akan ditutup. Mereka yang sudah mendaftar, kata Tgk. Muslim, akan melalui sejumlah tes dan pembekalan yang sudah dicantumkan dalam formulir pendaftaran.
Menurut Tgk. Muslim, syarat-syarat menjadi sukarelawan antara lain: pria, usia 21 sampai 40 tahun, ada izin tertulis dari orang tua, sehat jasmani dan rohani, menyerahkan fotokopi KTP, bersedia mengikuti pembekalan fisik dan lainnya.
Tgk. Muslim menyebutkan, sukarelawan itu akan mengusung misi perdamaian ke Myanmar, dan membawa bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya. Saat ini, kata dia, pihaknya juga sedang menggalang bantuan logistik dari masyarakat yang nantinya akan dikirim untuk para korban.
Mereka yang memenuhi syarat akan kita berangkatkan ke Myanmar setelah mendapat instruksi dari pimpinan FPI pusat. Saat ini kita juga masih menunggu keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan krisis kemanusian yang dialami muslim Rohingya, terutama mengirim pasukan perdamaian ke wilayah tersebut. Bila hal itu tidak dilakukan maka kita akan kirimkan relawan ke sana, ujar Tgk. Muslim yang juga pemimpin Dayah Darul Mujahidin, Blang Weu Panjo, Lhokseumawe.
Melansir detik.com, FPI di daerah sudah membuka pendaftaran untuk mengirim relawan ke Myanmar. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif. Ia mengatakan, FPI di daerah yang berinisiatif membuka posko pendaftaran. “Teman-teman di daerah ternyata buka inisiatif membuka posko pendaftaran. Di Aceh sudah, Palembang sudah, Pasuruan sudah. Sekarang mereka terima pendaftaran, nanti dari pusat ditindaklanjuti teknis keberangkatan,” ujar Slamet, Senin, 4 September 2017.
Nantinya, DPP FPI akan menerima rekapitulasi jumlah relawan yang mendaftar. DPP FPI akan menginformasikan teknis keberangkatan pada Rabu, 6 September 2017. “Sekarang yang di daerah sedang buka pendaftaran. Nanti pas Rabu, Insya Allah sudah ada kepastian,” kata Slamet.
Terkait krisis Rohingya, Presiden Jokowi sudah mengutus Menlu Retno LP Marsudi untuk menemui pimpinan Myanmar Aung San Suu Kyi. Selain ke Myanmar, Jokowi menginstruksikan Retno berdiplomasi ke Bangladesh.
Sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu. Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA).[]



