BANDA ACEH – Para personel Apache 13 mengaku kecewa dengan pembatalan konser Apache 13 yang semula direncanakan berlangsung pada 17 Mei mendatang di Idi Sport Center, Idi Rayek, Aceh Timur.

Akmal M. Roem, selaku Manager Apache 13 mewakili seluruh personel (suku) grup musik yang lagu-lagunya sedang hits tersebut meminta maaf kepada seluruh Apachian (sebutan untuk penggemar Apache 13) di Aceh Timur. Khususnya bagi mereka yang sudah membeli tiket konser.

“Kami mendapatkan berita yang agak mengejutkan bahwa acara tersebut tiba-tiba dilarang oleh salah satu pihak dayah (pesantren) setempat. Agak lucu sih, sebab sebelumnya panitia mengaku sudah mengantongi izin dari MPU dan sebagainya,” kata Akmal kepada portalsatu.com, Selasa sore, 9 Mei 2017.

Namun kata Akmal, pihaknya dalam hal ini tidak mau egois dan sepakat untuk membatalkan konser tersebut. Terkait kerugian finansial akibat pembatalan konser ini, pihaknya juga telah berbesar hati dan melihat kejadian ini dari sisi positifnya.

“Kami memaafkan sikap yang diambil oleh panitia (konon lagi keputusan tersebut diambil atas usulan ulama), tapi tentu kami tidak melupakan bagaimana panitia telah membuat kecewa para Apachian,” kata Akmal.

Secara khusus kata Akmal, kehadiran Apache 13 di belantika musik Aceh merupakan jawaban atas kerisauan penikmat musik Aceh itu sendiri. Kehadiran Apache diharapkan bisa melanjutkan dan mewujudkan mimpi para musisi tulen yang punya karya asli untuk meletakkan musik Aceh pada derajat terhormat.

“Pasar musik Aceh sudah lama sakit, kita butuh penawar. Kami senang Apache 13 diterima secara masif oleh masyarakat. Musik Aceh sudah kembali punya harapan. Obat-obat tersebut harus dilipur-ratakan ke seluruh penjuru. Kami sedang bergerak. Pembatalan-pembatalan konser seperti ini mestinya sudah bisa diminimalisasi. Kita tidak bisa memperbaiki pasar dan seni jika tidak sama-sama bergerak,” ujarnya.

Vokalis Apache 13, Nazar Shah Alam, turut berkomentar. Menurutnya kekecewaan yang mereka rasakan karena gagal bertemu dengan para penggemar mereka di Aceh Timur dan sekitarnya. Apalagi kabarnya yang membeli tiket sudah lebih dari seribu orang.

“Kami sedikit kecewa kerena sempat berharap bisa bertemu langsung dengan penggemar kami di Aceh Timur,” kata Nazar.

“Kami tidak ingin ada konflik dengan siapa pun. Sedari awal mendirikan apache13 kami adalah bagian dari masyarakat. Jadi tidak ada masalah dengan ulama. Kami semua alumni dayah di daerah masing-masing,” kata Nazar lagi.

Sebelumnya diberitakan, konser Apache 13 di Aceh Timur dikabarkan tidak mendapat restu dari sejumlah ulama di sana. Konser ini dijadwalkan tampil dalam acara ulang tahun Sanggar Seni Musik Aceh Timur (SMAT) ke-3 pada 17 Mei 2017 mendatang.

Baca: Konser Apache13 di Aceh Timur Batal, Ini Alasannya

“Acara ini kita batalkan atas dasar memuliakan ulama yang selama ini selalu bersama dalam berbagai kegiatan yang sudah kita selenggarakan, walau tidak ada larangan dari pihak lembaga pemerintah terkait acara ini, tetap harus kita batalkan demi citra ahlussunnnah waljamaah yang tengah kita galakkan di Aceh Timur,” ujar Ketua Sanggar SMAT, A. Rahmad Dasda, SP, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Selasa, 9 Mei 2017.[]