SUBULUSSALAM – Gajah liar dilaporkan kembali ke Kampong Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam setelah sempat berpindah ke Desa Penutungan, Kecamatan Penanggalan. Sebelumnya, hewan dilindungi itu merusak sekitar 200 hektare tanaman kelapa sawit masyarakat Kampong Tangga Besi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Aceh Hadi Sofyan, Sabtu, 23 September 2017, mengatakan, pihaknya bersama Tim WRU Subulussalam langsung turun ke Tangga Besi untuk pengecekan setelah mendapat informasi tersebut. Gajah liar itu dilaporkan berjumlah dua ekor, induk dan anak, masuk ke dalam kebun warga di Tangga Besi sekitar seminggu terakhir. Hewan memiliki belalai tersebut memakan pucuk sawit yang masih muda.

“Menurut petugas, ada dua ekor gajah terisolir di sekitar lokasi tersebut,” kata Hadi Sofyan melalui siaran pers dikirim kepada portalsatu.com.

Hadi menyebutkan, translokasi gajah sedang dalam proses. Direncanakan bulan depan dilakukan rapat hasil survei terkait rencana translokasi, melibatkan seluruh stakeholders, LSM, dan pemerhati satwa liar.

“Dan berkoordinasi dengan DPRK Subulussalam untuk memberi dukungan dalam upaya translokasi gajah di Subulussalam,” katanya.[] (*sar)