LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara sudah mentransfer dana untuk honorarium aparatur gampong jatah triwulan III dan IV tahun 2017 ke rekening kas gampong. Geuchik berharap pemkab juga membayar dana majelis taklim tahun lalu.
“Menurut informasi yang saya peroleh dari pihak Muspika, honorarium aparatur gampong itu sudah masuk ke rekening, tetapi saya belum sempat mengecek ke bank. Insya Allah besok (Jumat, hari ini) akan saya cek ke bank,” kata Geuchik Gampong Meunasah Keh, Kecamatan Meurah Mulia, Masfuzi Nawawi, kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Mei 2018.
Masfuzi menyebutkan, ia akan menyisihkan sebagian gaji itu untuk melunasi utang kepada pihak lain. “Utang tidak terlalu banyak. Namun, berapa pun utang itu kan harus dilunasi,” katanya.
Wakil Ketua Forum Geuchik Kecamatan Meurah Mulia ini berharap agar Pemkab Aceh Utara ke depan bisa membayar honorarium aparatur gampong tepat waktu. Hal ini dinilai penting supaya aparatur gampong lebih semangat dalam bekerja, walaupun honorariumnya tidak sebesar gaji pejabat pemkab.
“Minimal setiap triwulan harus tepat waktu. Artinya jangan sampai berlarut hingga triwulan selanjutnya. Kita berharap semoga yang terbaik untuk ke depan,” ujar Masfuzi.
Menurut Masfuzi, berdasarkan pengajuan tahun 2017, dana tersebut termasuk honorarium geuchik, teungku imum, tuha peut, kepala urusan gampong dan kepala dusun. Sedangkan dana untuk majelis taklim, kata dia, belum ada kabar kapan akan dicairkan oleh Pemkab Aceh Utara. “Dalam rapat sebelumnya dengan Wakil Bupati Aceh Utara hanya diarahkan kepada honorarium aparatur gampong terlebih dahulu,” katanya.
Dia menyebutkan, dana untuk majelis taklim dan kegiatan pemuda gampong, sudah dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017. “Tentu harapan kita harus ada (dibayarkan oleh pemkab). Akan tetapi untuk dana yang (sudah) masuk ke rekening kas gampong itu memang bisa dipastikan tidak termasuk dana itu (majelis taklim),” ujar Masfuzi.
Sementara itu, Geuchik Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Muhammad Usman, mengatakan, honorarium aparatur gampong sudah masuk ke rekening kas gampong. Namun, Usman belum mengetahui berapa jumlah keseluruhan dana itu karena belum dicek ke bank.
“Yang pasti kita lega, karena sudah lama kita berharap gaji itu kapan dibayar. Alhamdulillah sekarang sudah cair,” katanya, Kamis.
Dia berharap ke depan tidak terulang lagi seperti kondisi saat ini, Pemkab Aceh Utara harus membayar honorarium tepat waktu. “Karena antara aparatur gampong dan pemkab juga sama-sama bekerja dengan sistem birokrasi pemerintahan, mari bersama-sama membangun daerah yang lebih baik,” ujar Usman.[]
Penulis: Muhammad Fazil


