LHOKSEUMAWE – Sejumlah organisasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan penggalangan dana untuk membantu dua warga duafa di Aceh Utara. Penggalangan dana dilakukan di depan Pendopo Bupati Aceh Utara, Jalan Merdeka Lhokseumawe, Rabu, 19 Juni 2019.

Ormawa yang melakulan penggalangan dana tersebut BEM, DPM, FKPH, LDF, HIMATN, HIMAPID dan Himaper. Galang dana itu untuk Nek Tijarah, warga Gampong Ulee Gunong, Kecamatan Lhoksukon, dan Nek Aminah, warga Gampong Meunasah Meurbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Unimal, Muhammad Fadli, mengatakan, penggalangan dana itu selama dua hari, 18-19 Juni 2019. Mulanya, mereka mengumpulkan sumbangan di FH dan menjamen kampus Unimal. Setelah itu, mahasiswa membuka posko di depan Pendopo Bupati Aceh Utara.

“Kita melakukan penggalangan dana di depan pendopo bupati sebagai upaya sindiran terhadap Pemkab Aceh Utara. Para mahasiswa ini bergerak langsung guna membantu warga kurang mampu. Mahasiswa peduli terhadap masyarakat yang seharusnya pemerintah lebih peduli tentang itu,” kata Muhammad Fadli.

Menurut Fadli, cara-cara seperti itu sebagai upaya untuk “membangunkan para pejabat yang sedang tertidur pulas di bawah air conditioner (AC), mereka kurang jeli melihat bahwa ada masyarakat yang menempati rumah di bawah teriknya matahari dan tidak layak huni”.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH Unimal, Muhar, menambahkan, “Pemerintah harus sadar bahwa masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan kebijakan yang menyentuh langsung mereka”.

Menurut Muhar, hasil penggalangan dana sampai Rabu malam tadi terkumpul Rp3.540.000. Dana tersebut akan diserahkan kepada Nek Tijarah dan Nek Aminah pada Sabtu, 22 Juni 2019.

“Jika nantinya Pemkab Aceh Utara masih belum mau membantu mereka (rakyat) yang membutuhkan atau tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang prorakyat kecil, maka kami akan selalu berada di garda terdepan bersama rakyat untuk melawan mereka (pejabat pemerintah) dengan cara-cara kami. Pemerintah harus hadir di tengah pilu dan tangisan masyarakat. Kita akan selalu siap melawan kebijakan yang tidak prorakyat,” tegas Muhar.[](rilis)