SIGLI – Kabupaten Pidie memperoleh kucuran dana gampông tahun 2017 sebesar Rp 627, 5 miliar. Anggaran tersebut dikelola langsung pemerintah gampông yang rata- rata memperoleh Rp 853 juta.
Jumlah tersebut terungkap pada penyerahan pagu dana gampông kepada 730 geuchik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie, Amiruddin, di Gedung Olah Raga (GOR) Alun-alun, Kota Sigli, Senin, 13 Februari 2017.
Menurut, Amiruddin, anggaran tahun ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun 2016 lalu, Pidie mendapatkan Rp 493 miliar. Penambahan, tahun ini juga berkaitan bertambah jumlah gampông dari 727 menjadi 730 gampông, setelah difinitifnya tiga gampông yakni Gampông Blang Pandak, Pasi Buerandeh dan Simpang Beutong.
Dari total pagu indikatif anggaran Rp 627. 527.533.104 itu, menurut Amir, terdiri dari Dana Desa (DD) Rp 542.393.270.000. Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 83.097.437.976. Sedangkan untuk pajak daerah Rp.1.483.372.238, dan restribusi daerah sebesar Rp. 553.452.890.
Dari 730 gampông di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie, Gampông Mane, Kecamatan Mane mendapatkan jatah tertinggi yakni Rp 1,37 miliar. Sedangkan gampông paling rendah jumlahnya yakni Gampông Raya Krueng Seumiduen, Kecamatan Peukan Baro, sebesar Rp 838 juta, terang Sekda Pidie yang mewakili Bupati Sarjani Abdullah.
Dalam kesempatan itu, Sekda berharap, anggaran tersebut dapat dikelola secara baik dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dana itu merupakan rahmat bagi kita untuk membangun kemakmuran gampông. Hati hatilah dalam penggunaannya, karena dana itu harus dipertanggungjawabkan, kata Amir mengingatkan.[]


