BLANGKEJEREN – Kabupaten Gayo Lues yang berada di tengah hutan Leuser masih menjadi salah satu Kabupaten terbanyak menanam ganja, hampir setiap tahun, ratusan kilogram ganja ditangkap, dan ladangnya dimusnahkan penegak hukum.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani, Selasa, 13 September 2022, mengatakan Pemerintah Daerah sudah bekerja semaksimal mungkin membrantas ganja di Gayo Lues, baik melalui sosialisasi maupun program GD4D.

“Sudah banyak upaya kita lakukan untuk memberantas penanaman ganja di Gayo Lues, tetapi tetap masih ada yang melakukan penanaman, baik melalui bantuan jagung dan kopi agar warga tidak menanam ganja, serta melakukan sosialisasi,” katanya.

Salah satu alasan warga Gayo Lues menanam ganja kata Wakil Bupati lantaran adanya mafia yang memberikan modal, sehingga banyak warga tertarik ingin cepat mendapatkan uang, padahal jika dibandingkan dengan hasil menanam kopi dan jagung, keuntungan yang diperoleh masyarakat sama saja.

“Untuk memberantas penanaman ganja di Gayo Lues hanya ada satu cara, yaitu dengan bersinergi, artinya seluruh lapisan masyarakat harus kompak memberikan informasi kepada penegak hukum, saling menasehati, dan saling mengingatkan betapa bahayanya narkoba itu,” jelasnya.

Fauzul Iman Kepala BNNK Gayo Lues, mengatakan saat ini ada pihak luar yang sengaja mempasilitasi penanaman ganja di Gayo Lues, dalam satu hektar lahan, pemodal itu memberikan upah menanam Rp 10 Juta.

“Untuk yang merawat lain lagi upahnya, begitu juga dengan yang memanen, lain upahnya dan lain lagi orangnya, sehingga antara yang menanam dan yang memanen ini tidak kenal siapa orangnya,” katanya. []