LHOKSUKON – Personel Aangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pos Lhokseumawe dan tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara kesulitan melakukan pencarian nelayan tenggelam di perairan Seunuddon, Aceh Utara, Sabtu 27 Agustus 2016.

Hal itu karena gelombang laut mencapai 3 meter, sehingga membuat boat yang ditumpangi petugas terombang-ambing.

“Boat merk Dolpin dengan panjang 6 meter ini untuk kapasitas enam orang. Namun kami kesulitan mengarungi laut lepas, mengingat gelombang sangat tinggi,” kata salah seorang anggota Lanal yang ikut serta kepada portalsatu.com sore tadi.

Hal itu dibenarkan Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf. Menurutnya, sudah dua pekan lamanya gelombang laut lebih dari 3 meter. “Ya, gelombang di laut memang cukup tinggi, tapi nelayan di sini tetap saja melaut,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, Rajani, 28 tahun, nelayan asal Gampong Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara dilaporkan menghilang di laut, Sabtu 27 Agustus 2016 pukul 09.10 WIB. Diduga ia dihempas ombak dari atas boatnya saat sedang memancing ikan tuna dengan jarak 7 mil dari daratan.[]