ANKARA – Setidaknya 38 orang tewas setelah gempa bumi melanda Italia tengah pada Rabu 24 Agustus 2016, pagi, sebagaimana dilaporkan media setempat.

Kantor berita Italia ANSA, yang turut disiarkan Anadolu Agency, mengabarkan, sepuluh orang meninggal di kampung-kampung Marche, Arquata, Pescara del Tronto, dan 28 orang meninggal di kampung-kampung Lazio dari Accumuli dan Amatrice.

Dilaporkan, banyak orang yang terperangkap di bawah reruntuhan di Accumuli, Amatrice dan Pescara del Tronto menyusul gempa yang terjadi pada pukul 03:36 waktu setempat, dan diikuti oleh gempa susulan.

AS Survei Geologi melaporkan bahwa gempa 6,2 SR melanda pada kedalaman dangkal 10 kilometer [enam mil] dari tenggara Norcia – sebuah kota dan komune di Perugia, Italia tengah.

Organisasi itu mengatakan bahwa gempa terjadi akibat patahan yang berorientasi NW-SE di Apennines Tengah.

Christos Stylianides, Komisaris Uni Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Uni Eropa siap untuk membantu.

“Pada saat ini, Tanggap Darurat Pusat Koordinasi Komisi sedang memantau situasi dan telah kontak dengan otoritas perlindungan sipil Italia pada malam hari mengenai bantuan yang bisa diminta,” tambahnya.

Dalam komentar yang dilaporkan oleh ANSA, Paus Francis, berbicara di Vatikan Santo Petrus, mengatakan ia merasa “kesakitan parah” atas kematian tersebut. Ia menambahkan bahwa ia bersama semua orang “orang yang telah kehilangan yang mereka cintai dan mereka yang masih merasa terguncang oleh rasa takut.”

Wilayah Central Apennine telah mengalami beberapa gempa yang signifikan dalam catatan sejarah. Pada April 2009 gempa 6,3 skala richter melanda di dekat kota L'Aquila, menewaskan sedikitnya 295 orang, melukai lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan sekitar 55.000 tunawisma.[]