Taipei – Gempa 6,4 Skala Richter yang mengguncang Taiwan merobohkan gedung 17 lantai di Kota Tainan di bagian selatan negeri itu pada Sabtu, 6 Februari 2016, dan sejauh ini awak pertolongan menyelamatkan 123 orang dari reruntuhan, kata seorang pejabat pemadam.
“Ada 60 rumah tangga di dalam gedung itu,” kata Lee Po Min, pejabat penerangan di Biro Pemadam Pemerintah Kota Tainan, sebagaimana dikutip Reuters–yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Ia memperkirakan sebanyak 240 orang tinggal di gedung tersebut.
Petugas pertolongan bergegas ke lokasi dengan membawa tangga, crane dan perlengkapan lain serta mengeluarkan penyintas dari bangunan tersebut, yang berada di Kota Tainan di bagian selatan Taiwan, kata kantor berita transnasional, yang mengutip tayangan televisi lokal.
Belum jelas berapa orang yang terjebak di dalam gedung itu. Sebagian laporan mengatakan puluhan atau sejumlah orang mungkin berada di dalam gedung tersebut saat bangunan itu ambruk.
Jejaring berita Taiwan ET Today melaporkan dua gedung roboh di tainan, dan sebagian pipa air dan fasilitas umum telah pecah. Suara sirene berkumandang saat pemerintah kota melancarkan kegiatan tanggap gempa.
Gempa tersebut mengguncang sekitar pukul 04.00 waktu setempat (03.00 WIB). Pusat gempa diperkirakan berada pada 36 kilometer di sebelah tenggara Yujing, dan berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer, kata US Geological Survey.
Guncangan terasa lama di Ibu Kota Taiwan, Taipei, di sisi lain pulau itu. Namun kondisi di Taipei tenang, tanpa ada kondisi darurat atau kerusakan.
Sekitar dua jam setelah gempa, stasiun televisi Taiwan EBC memperlihatkan tayangan langsung mengenai kegiatan pertolongan di gedung yang ambruk sebagian di Tainan. Di dalam gedung, petugas pertolongan dengan mengguncakan lampu sorot menyusuri beton dan besi yang terpilin dan mengeluarkan penyintas, tampaknya warga yang tampak kebingungan tapi tidak cedera.
Tayangan lain memperlihatkan orang dengan tangan melingkari tubuh petugas pemadam sedang dibantu keluar gedung itu, sementara crane digunakan untuk mencari penyintas di bagian gelap bangunan tersebut. Pembaca berita mengatakan daerah lain di kota tersebut masih diperiksa untuk mengetahui apakah ada kerusakan.
Meninggal
Gempa kuat itu menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk anak perempuan berusaia 10 hari, serta memicu upaya keras untuk menyelamatkan puluhan orang yang dikhawatirkan terperangkap di dalam.
Seorang bayi dan seorang pria 40-tahun dikonfirmasi telah meninggal akibat gempa 6,4 magnitude merubuhkan gedung tersebut pada pukul 04.00 waktu setempat, di awal liburan Tahun Baru Imlek.
Tim penyelamat yang memasang tangga hidrolik dan derek untukmenjelajahi reruntuhan, menyelamatkan 120 korban, dengan puluhan dibawa ke rumah sakit, kata seorang pejabat pemadam kebakaran.
Menurut Reuters, di tempat lain di kota berpopulasi 2 juta orang tersebut, beberapa bangunan miring dan cukup mengkhawatirkan. Namun seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan upaya penyelamatan kini fokus sepenuhnya pada blok apartemen.
“Saya sedang menonton TV dan setelah suara keras ada goncangan, aku mendengar seperti ledakan. Aku membuka pintu dan melihat bangunan di seberang rubuh,” kata seorang tetangga 71 tahun, Chang.
Sebuah tukang ledeng, mengatakan mengambil alat dan tangga untuk menyelamatkan seorang wanita yang menangis untuk bantuan.
“Dia meminta saya untuk kembali dan menyelamatkan suaminya, anak, tapi aku takut ledakan gas jadi aku tidak pergi. Pada waktu itu ada lebih banyak orang meminta bantuan, tapi tangga saya tidak cukup panjang sehingga tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka.”
Gempa itu berpusat 27 mil (43 km) tenggara dari Tainan, pada kedalaman 23 km (14 mil), kata Survei Geologi AS. Beberapa gempa susulan mengguncang Tainan, kata Biro Cuaca Pusat Taiwan.[] Sumber: antaranews.com

