Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsGempa-Tsunami Sulteng, BNPB:...

Gempa-Tsunami Sulteng, BNPB: 832 Meninggal, Dimakamkan Secara Massal

SULAWESI – Korban gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat, 28 September 2018, terus bertambah. 

Data diterima portalsatu.com dari pihak BNPB RI, 30 September 2018, korban meninggal dunia sudah mencapai 832 orang.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB RI, Dr. Sutopo Pujo Nugroho, mengatakan, akibat gempa dan tsunami jumlah korban berdasarkan data ter-update per 30 September 2018, sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 832 orang meninggal dunia. Dari jumlah itu, di Kota Palu 821 orang dan Kabupaten Donggala 11 orang. Korban meninggal dunia disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

“Korban meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari, data korban di DVI Polda Palu. Hari ini (Minggu), korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit,” kata Sutopo.

Sutopo menyebutkan, korban luka berat sebanyak 540 orang dan dirawat di rumah sakit. Saat ini pengungsi 16.732 jiwa tersebar di 24 titik.

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak yang belum teridentifikasi. Korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh, dan daerahnya belum dijangkau oleh Tim SAR. “Hingga saat ini baru Kota Palu yang dapat diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan, karena listrik padam dan komunikasi terputus,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, pihak BNPB mendampingi (memperkuat) Pemda provinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan tanggap darurat, baik pendampingan pendanaan, teknis manajerial, logistik peralatan dan tertib administrasi. Selain itu, TNI dan Polri juga memberikan dukungan penuh penanganan darurat, unsur pemerintah pusat dari kementerian/lembaga akan terus membantu Pemda Sulawesi Tengah.

Menurut Sutopo, untuk evakuasi pencarian dan penyelamatan korban, bantuan personel dan perlengkapan Tim SAR gabungan terus berdatangan dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian ESDM sejak 29 September 2018 malam. Kemudian, Tim Basarnas dan Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di Kota Palu. Di antaranya, Hotel Roa-Roa diperkirakan terdapat 50-60 orang tertimbun, Mall Ramayana, Restauran Dunia Baru, Pantai Talise, dan Perumahan Balaroa.

“Pencarian korban di puing-puing bangunan hancur, kendalanya adalah listrik padam, akses komunikasi, alat berat terbatas, jumlah personel dan perlengkapan perlu ditambah. Kondisi jalan rusak untuk mengirim alat berat dari luar Palu, daerah yang terdampak luas,” ungkap Sutopo.

Sutopo menyebutkan, Gubernur Sulawesi Tengah telah menerapkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami di provinsi itu selama 14 hari berlaku sejak 28 September hingga 11 Oktober 2018. Gubernur setempat juga menunjuk Komandan Komando Resort Militer 132/Tadulako atau Korem 132/Tadulako sebagai Komandan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah.

Pos Komando (Posko) tanggap darurat penanganan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah ditetapkan di Makorem 132/Tadulako Kota Palu.

Sutopo menjelaskan, daerah terdampak meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Mendagri telah mengirimkan surat kawat agar kepala daerah setempat menetapkan masa tanggap darurat,” ujar Sutopo.[](rel)

Baca juga: