BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengadakan rapat koordinasi membahas tentang gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Rakor itu dilaksanakan di Kantor BPBA, Banda Aceh, Senin, 1 Oktober 2018.

Turut hadir sejumlah SKPA seperti Dinas Sosial Aceh, SAR Aceh, RAPI, BMKG, Biro Setda Aceh, BMKG, Baitul Mal Aceh, ACT, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek, mengatakan, tujuan rapat koordinasi itu untuk menentukan langkah apa saja yang harus dilakukan guna membantu para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pihaknya juga akan mengirimkan relawan berjumlah tiga orang, ACT lima orang dan Dinas Sosial 10 orang.

“Kita juga akan mengeluarkan surat edaran kepada para SKPA, Bupati/Wali Kota di Aceh, organisasi kemanusiaan dan lembaga masyarakat lainnya untuk menginstruksikan jajarannya agar melakukan penggalangan dana kepada korban bencana di Palu dan Donggala,” kata Ahmad Dadek kepada portalsatu.com/, Kamis, 4 Oktober 2018.

Selain itu, Ahmad Dadek menyebutkan, sumbangan dana juga dapat dikirimkan melalui rekening BRI KCP Peunayong  2056-01-000365-30-2 An. Gempa dan Tsunami Palu. Masyarakat juga bisa menyumbangkan makanan seperti dendeng Aceh, emping dan lainnya yang diantarkan langsung ke Kantor BPBA, Jln. Tgk. Daud Beureueh No. 18 Kuta Alam, Banda Aceh.

“Dana yang sudah terkumpulkan per 1 Oktober 2018 senilai Rp301.995.000. Kita berharap sumbangan itu terus bertambah dari berbagai elemen masyarakat untuk membantu para korban di sana,” ujar Ahmad Dadek.

Ahmad menambahkan, hasil rapat koordinasi tersebut juga disimpulkan untuk ditindaklanjuti pembangunan masjid di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang rusak akibat gempa pada Agustus 2018 lalu.[]