SUBULUSSALAM – Sejumlah pedagang di Jalan Teuku Umar, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, memprotes proyek pengerjaan pelebaran jalan menyebabkan genangan air di depan rumah toko (ruko) sehingga berdampak menurunnya omzet pedagang.

Aksi protes tersebut ditunjukkan warga dengan membuang papan (jalan alternatif) ke tengah badan jalan sehingga mengganggu akses lalu lintas, terlebih sebelah kiri sisi jalan terdapat genangan air.

Pantauan portalsatu.com/, Kamis, 27 Desember 2018, aksi ini mengundang perhatian para pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan. Para pedagang tetap tidak memindahkan papan tersebut dari badan jalan sebelum pihak rekanan menimbun jalan yang rendah agar tidak tergenang air.

“Sudah beberapa kali kami sampaikan kepada pihak rekanan supaya ini ditimbun agar tidak tergenang air. Mereka katakan iya-iya, tapi sudah dua bulan masih saja seperti ini,” kata Eddy, pemilik rumah makan siang malam.

Eddy mengaku akibat genangan air tersebut omzetnya menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. Biasanya setiap hari rata-rata nasi terjual sebanyak dua kosmos, namun belakangan ini merosot satu kosmos pun jarang habis.

“Pelanggan tidak mau lagi berhenti dan makan di tempat saya, karena di depan ini selalu ada genangan air,” kata Eddy didampingi sejumlah pedagang lainnya.

Hal senada disampaikan Anggi merasa dirugikan akibat genangan air selama dua bulan terakhir menyebabkan dagangan sembakonya merosot drastis.

“Barang dagangan kami tidak laku lagi, orang-orang malas singgah karena di depan ini selalu banjir, sudah dua bulan lebih,” keluh Anggi.

Sementara pihak rekanan melalui salah satu pengawas lapangan, Rehan, mengatakan pelebaran jalan itu baru dikerjakan satu lapis, dijadwalkan siang ini akan ditingkatkan untuk lapisan kedua.

“Itu baru satu lapis, masih ada satu lapis lagi, setelah itu baru kita lobang supaya air bisa masuk ke drainase,” kata Rehan menanggapi aksi sejumlah pedagang tersebut.[]