TAKENGON – Ketua Gerakan Anti Korupsi (GeRak) Gayo, Aramiko Aritonang, sikapi Kunjungan Kerja (Kunker) DPR Aceh Tengah ke Bogor, Jawa Barat.

Ia menilai, kunker yang selama ini dilakukan dewan tidak membawa dampak langsung bagi perubahan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah.

Dewan Aceh Tengah, kata Aramiko, sudah sepantasnya mementingkan kebutuhan real rakyat, apalagi saat ini Aceh Tengah sedang dilanda masalah sampah yang menimbulkan pada pencemaran lingkungan.

“kita mengecam kunker ini, kita menilai kunker itu hanya akal-akalan dewan untuk pergi jalan-jalan saja dengan menggunakan uang rakyat,” kata Aramiko kepada portalsatu.com, Senin 2 Mei 2016 di Takengon.

Ia juga menyorot persoalan mewahnya fasilitas dewan Aceh Tengah yang telah diberikan negara.

Disebutkan, dengan fasilitas yang serba memadai, seharusnya dewan dapat lebih menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat dalam memperjuangkan suara masyarakat demi menuju kemakmuran dan kehidupan rakyat yang layak.

“Dewan Aceh Tengah baru saja beli mobil dengan uang rakyat, fasilitas mewah-mewah, harusnya kerja juga harus bagus dan mementingkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dewan Aceh Tengah, Tawar SE,MM menjawab pesan singkat portalsatu.com membenarkan adanya kunker 18 dewan itu. Kunker dimaksud terhitung sejak 19 April s/d 4 Mei 2016.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR Kabupaten Aceh Tengah Muchsin Hasan, membenarkan adanya rencana kunker tersebut. kunker itu katanya turut hadir Kepala Dinas Perikanan Aceh Tengah.

Disebutkan, kunker itu ditujukan ke salah satu instansi balai pengembangan perikanan dan peternakan ikan air tawar di Bogor Jawa Barat. Selain itu kata Muchsin, DPRK Aceh Tengah juga mendapat undangan khusus dari instansi tersebut.

Pilihan kunker ke Bogor dijelaskan Muchsin, karena kawasan itu memiliki kolerasi alam kultur yang serupa dengan dataran tinggi Gayo.[]