BANDA ACEH – Hasil observasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi  Aceh, Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember 2019, bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1441 H, terlihat sempurna. Puncak gerhana matahari terjadi pukul 10.07.06 WIB, berakhrir pukul 13.54.38 WIB.

Kanwil Kemenag Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue melakukan pemantauan GMC di halaman Masjid Baiturrahmah, Simeulue. Hasilnya, fenomena alam tersebut terlihat sempurna di daerah kepulauan itu.

“Gerhana Matahari Cincin terlihat dengan sempurna di Simeulue dengan durasi dua menit lebih, hampir tiga menit,” kata Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. HM. Daud Pakeh, didampingi tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Alfirdaus Putra, di lokasi pengamatan usai melaksanakan shalat kusuf.

Kakanwil menyebutkan GMC yang melintasi langit Simeulue pada pukul 11.53 menit 51 detik hingga berakhir pukul 11.56 menit 54 detik. Puncak GMC pada pukul 11.55 menit 20 detik.

“Tadi disaksikan ribuan masyarakat melalui alat-alat yang telah disiapkan, Gerhana Matahari Cincin di langit Aceh bisa terlihat dengan baik di sini dari mulai pertama hingga selesai,” katanya.

Secara umum gerhana matahari dimulai pukul 10.07.06 WIB. Sementara Gerhana Matahari Cincin terjadi pukul 11.53.51 WIB. Puncak cincin pukul 11.55.20 WIB dan akhir cincin pukul 11.56.54 WIB, serta akhir gerhana pukul 13.54.38 WIB.

Daud Pakeh menjelaskan, Kemenag Aceh menyiapkan 10 teleskop dan 500 kecamata untuk pengamatan GMC pada 26 Desember 2019, bertepatan dengan peringatan 15 Tahun Tsunami Aceh tersebut.

“Kemenag Aceh menyediakan 10 teleskop dan 500 kecamata gerhana untuk mengamati fenomena ini. Peristiwa seperti ini belum tentu bisa kita lewati setiap 100 tahun sekali. Makanya pada momen ini mari kita tingkatkan ibadah terhadap terjadinya fenomena alam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam,” ucap Kakanwil Kemenag Aceh.

Usai pengamatan, ribuan masyarakat yang ikut mengamati gerhana juga melaksanakan shalat kusuf di Masjid Baiturrahmah. Masyarakat tampak berdoa, berzikir dan membaca Alquran di lokasi pengamatan di Masjid Baiturrahmah.

“Alhamdulillah, kita bersama-sama telah menunaikan shalat kusuf di masjid,” ujar Daud Pakeh.

Shalat sunnah kusuf diimami imam masjid setempat dan  khutbah oleh ahli BHR Aceh yang juga dosen Unsyiah, Dr. Suhrawardi Ilyas, MSc.

Sementara Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Tgk. Ismail, menegaskan terjadinya gerhana matahari cincin (GMC), terlihat di tujuh provinsi di Indonesia yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Sementara di Provinsi Aceh secara umum terlihat di 23 kabupten/kota.

“Provinsi Aceh jelas terlihat gerhana, secara umum gerhana matahari dimulai pukul 10.07.06 WIB. Sementara Gerhana Matahari Cincin terjadi pada pukul 11.53.51 WIB. Puncak cincin pukul 11.55.20 WIB dan akhir cincin pukul 11.56.54 WIB, dan akhir gerhana pukul 13.54.38 WIB,” jelas Tgk Ismail.[](rilis)

Penulis: Khairul Anwar